Jateng

Menguak Misteri, Mitos dan Realitas di Tanjakan Krumput Banyumas: Antara Kecelakaan dan Keberadaan Para Pengemis

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2024, 08:00 WIB
Menguak Misteri, Mitos dan Realitas di Tanjakan Krumput Banyumas: Antara Kecelakaan dan Keberadaan Para Pengemis

AKURAT.CO Misteri, Di tengah keindahan jalur lintas pantai selatan, terdapat Tanjakan Krumput, sebuah jalur yang dikenal sebagai kawasan rawan kecelakaan di Desa Pagelarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Secara teknis, kontur jalan berupa tanjakan tajam dan berkelok-kelok dengan banyak tikungan tajam, menjadi tantangan bagi pengemudi.

Namun, di balik ketegasan teknis jalur ini, berkembang mitos yang melingkupi Tanjakan Krumput.

Baca Juga: Gunung Piramid Bondowoso: Misteri di Balik Keindahan Alam yang Menakjubkan

Mitos itu berbicara tentang perlunya memberi uang kepada para pengemis yang duduk di sepanjang jalan untuk menghindari musibah.

Konon, kebalikannya akan berujung pada kecelakaan.

Meski awalnya hanya mitos, seiring berjalannya waktu, memberi uang kepada para pengemis telah menjadi kebiasaan di jalur ini.

Baca Juga: Misteri Air Terjun Blawan: Jejak Legenda Nong Pegghe' dan Pesona Alam yang Ajaib

Pengemis-pengemis yang berkeliaran di sepanjang Tanjakan Krumput bukan semata-mata meminta belas kasihan, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian pengguna jalan di sana.

Bahkan, warga setempat turut mengemis di jalur tersebut untuk mencari penghasilan tambahan.

Kendati sempat dilarang oleh pihak kepolisian karena dianggap mengganggu lalu lintas, keberadaan mereka memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari di daerah minim penerangan.

Baca Juga: Eksplorasi Keajaiban dan Keindahan Alam Danau Gunung Tujuh: Pesona Alam serta Misteri yang Selalu Menghipnotis

Mitos memberi uang kepada para pengemis ini mengakar dari zaman penjajahan Belanda.

Legenda mengisahkan kecelakaan tragis yang melibatkan truk yang membawa serdadu Belanda terguling di jalur tersebut, menewaskan seluruh penumpang dan sopirnya.

Sejak itu, masyarakat meyakini bahwa memberi uang kepada pengemis adalah "upeti" untuk keselamatan diri sendiri dan pengendara lainnya yang melintasi jalur itu.

Baca Juga: Telaga Dringo: Pesona Alam yang Mirip Ranukumbolo di Tanah Jawa dan Misteri Kerbau Bertanduk Emas

Pengemis yang berjaga di Tanjakan Krumput bekerja secara bergantian selama 24 jam, mengumpulkan koin dari pengguna jalan.

Mereka hadir pada berbagai waktu, dengan wanita dan anak-anak mendominasi pagi hingga sore, sementara laki-laki lebih mendominasi malam hari.

Di tengah kisah mistis dan mitos yang berkembang, keberadaan para pengemis di Tanjakan Krumput Banyumas telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di sana.

Meskipun masih menjadi perdebatan, tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan mereka memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi pengguna jalan di jalur yang sepi dan berliku ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.