Karel Albert Rudolf Bosscha: Misteri Arwah Pengusaha Belanda yang Mengunjungi Para Pekerja di Perkebunan Malabar

AKURAT.CO Misteri, Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang pengusaha perkebunan teh asal Belanda, menjadi salah satu tokoh yang namanya masih harum hingga kini.
Keberhasilannya dalam mengelola perkebunan teh, terutama di daerah Malabar, Bandung, Jawa Barat, membuat namanya diabadikan sebagai observatorium Bosscha.
Meskipun Bosscha telah meninggal dunia, kebaikan hatinya dan dedikasinya terhadap perkebunan teh terus dikenang oleh para pekerja dan masyarakat sekitar.
Bosscha dikenal sebagai pemilik perkebunan teh yang murah hati.
Baca Juga: Misteri Dibalik Sepi Pembeli: Ciri-ciri Sebuah Toko yang Bisa Saja Terkena Sihir Kiriman
Para pekerja perkebunan, bahkan yang sudah lama bekerja di sana, mengakui sering merasakan kehadiran Bosscha, meskipun secara fisik beliau telah meninggalkan dunia.
Her Suganda, dalam bukunya "Para Preanger Planters," mengisahkan bahwa beberapa buruh perkebunan Malabar, terutama yang sudah lanjut usia, meyakini bahwa arwah Bosscha masih sering datang menjenguk kebunnya.
Menurut Suganda, arwah Bosscha datang bukan tanpa tujuan.
Saat berkunjung, beliau memberikan nasihat kepada para pekerja agar bekerja dengan baik dan merawat kebun seperti yang beliau lakukan saat masih hidup.
Baca Juga: Misteri Hantu Mbak Yayuk: Arwah Mahasiswa yang Gentayangan di Kampus UGM Yogyakarta
Bosscha juga mengingatkan agar daerah perkebunan warisannya dijaga dengan baik, dan pohon tidak ditebang seenaknya.
Pada pertemuan antara arwah Bosscha dan para pekerja, konon beliau akan memberikan nasihat selama sekitar tiga jam.
Nasihat-nasihat tersebut umumnya berkaitan dengan pemeliharaan kebun dan motivasi untuk bekerja dengan rajin.
Uniknya, awalnya pemetik teh yang kemasukan arwah Bosscha akan berbicara dalam bahasa Belanda, meskipun mereka tidak mengerti sepatah kata pun.
Baca Juga: Misteri Hantu Rohana di Jembatan Pertanian UGM: Legenda Mistis di Kampus Yogyakarta
Para pekerja pun meminta agar Bosscha berbicara dalam bahasa Sunda atau bahasa Indonesia.
Namun, kepercayaan bahwa arwah Bosscha sering datang ke perkebunan juga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.
Beberapa orang mengunjungi makam Bosscha untuk mengadu nasib, terutama saat musim judi buntut.
Makam Bosscha yang biasanya sunyi mendadak ramai dikunjungi para peziarah yang menyediakan sesajen, seperti cerutu atau lisong, sesuai dengan kebiasaan orang Belanda.
Baca Juga: Misteri Kampung Selaq di Pulau Seribu Masjid: Jejak Ilmu Hitam dan Makhluk Halus di Lombok NTB
Misteri seputar kehadiran arwah Bosscha ini membuat beberapa orang rela menghabiskan malam di sekitar makam, menunggu datangnya wangsit.
Meskipun tidak jelas apakah ada yang mendapatkan keberuntungan setelah pulang dari makam Bosscha, cerita ini tetap menjadi bagian menarik dari warisan budaya di sekitar perkebunan teh Malabar.
Karel Albert Rudolf Bosscha tetap hidup dalam cerita dan kenangan, tidak hanya sebagai seorang pengusaha sukses, tetapi juga sebagai tokoh yang masih memberikan inspirasi hingga kini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 8Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






