Hilangkan Nyawa Korban, Tersangka KDRT di Sedangguwo Semarang Dijerat Ancaman Pidana Mati

AKURAT.CO SEMARANG - Tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Sendangguwo Semarang, yang menyebabkan korban meninggal dunia, dijerat ancaman pidana mati atau 15 tahun penjara.
Diketahui, tersangka Yuda Bagus Zhakaria (34) disangka sebagai pelaku KDRT yang menyebakan korban, yang juga istri tersangka, meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan, dalam rilis kasus yang digelar, Rabu 31 Agustus 2023.
"Polrestabes Semarang berhasil mengamankan tersangka KDRT terhadap ibu rumah tangga, yang korban sampai meninggal dunia, pada Senin 28 Agustus 2023 lalu," papar AKBP Donny.
Dijelaskan, jika korban kekerasan dalam kasus KDRT di Sendangguwo Semarang tersebut, bernama Arisa Ariani (22), yang tak lain merupakan istri tersangka.
Secara detail dijelaskan kasus KDRT tersebut terjadi pada Minggu, 27 Agustus 2023, sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: Lima Orang Tewas Dalam Kecelakaan Tunggal Kebumen, Berikut Identitasnya
"Dari keterangan yang berhasil kita peroleh, saat itu korban bertengkar dengan tersangka didalam kamar. Penyebab pertengkaran tersebut, korban dituduh selingkuh dengan laki-laki lain, selanjutnya tersangka menyuruh korban untuk menulis di kertas siapa saja laki-laki selingkuhannya tersebut," terangnya.
Saat itu, tersangka yang masih terpengaruh minuman keras, pergi keluar untuk membeli rokok.
"Pada saat keluar rumah, tersangka sempat berselisih paham dengan warga sambil membawa clurit dan diamankan oleh warga dan Pak RT ke Polsek Tembalang. Namun perkara tersebut diselesaikan dan tersangka berjanji tidak mengulangi perbuatannya," lanjut Donny.
Kemudian sekitar pukul 02.30 WIB Senin 28 Agustus 2023 dini hari, tersangka kembali ke rumah.
"Sesampainya di rumah, tersangka ini mendapati korban atau istrinya ini sudah tidur, sehingga tersangka emosi dan membangunkan korban, tersangka memaksa korban untuk jujur dan menulis nama-nama laki-laki selingkuhannya," terang Donny.
Namun permintaan tersangka tersebut ditolak korban, dengan alasan masih mengantuk dan ingin tidur.
Mendapat jawaban tersebut, tersangka yang sudah emosi semakin tersulut sehingga melakukan kekerasan KDRT.
"Dari keterangan tersangka, dia menampar korban sebanyak 2 kali pada pipi kanan dan kiri. Tidak puas, tersangka kemudian mengambil sebatang kayu ukuran 40 cm di ruang tamu dan dipukulkan ke korban," lanjutnya.
Titik pukulan tersebut dilakukan pada lengan kiri sekali, lengan kanan sekali, memukul pada bagian paha kanan sebanyak 2 kali.
Kemudian memukul kaki kanan bawah sebanyak 4 kali, memukul punggung 2 kali memukul kepala bagian belakang 5 kali, bagian wajah 1 kali, serta kepala depan sebelah kiri 1 kali hingga kayu patah," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang tersebut.
Baca Juga: Trending Topik Mie Gaga di Tiktok dan Twitter, Berikut Klarifikasinya
Masih belum puas dengan kekerasan yang dilakukannya kepada korban, tersangka kemudian keluar mengambil pisau ukir, untuk kemudian ditusukkan ke bagian dada kiri korban sebanyak 1 kali.
Tidak hanya itu, pelaku juga masih menendang bagian dada atau ulu hati korban hingga korban pingsan.
Mendapati korban pingsan, tersangka berinisiatif untuk membangunkannya, dengan cara menyiram air ke wajah korban.
Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Kebaya, Pemkot Semarang Gelar Parade Kebaya
"Jadi tersangka mengambil satu gayung air dari kamar mandi dan menyiramkan kebagian wajah korban," lanjut Donny.
Namun karena masih diselimuti emosi, tersangka justru kembali melakukan kekerasan dengan memukulkan gayung tersebut ke kepala korban, sebanyak satu kali sampai gayung pecah.
"Karena korban tidak bergerak selanjutnya korban diangkat oleh pelaku ke kamar mandi, selanjutnya korban disiram kembali dengan air sebanyak dua kali, namun korban mash pingsan," terangnya lebih lanjut.
Baca Juga: Koasis 2023 Siap Menemani Masyarakat Kota Semarang, Cek Pembelian Tiketnya!
Tersangka yang panik karena korban tidak merespon, kemudian membawa korban ke kamar dan mengganti pakaian korban.
Tidak hanya itu, untuk alibi, tersangka mengoleskan krim koyo ke tubuh korban dan menyelimutinya.
"Lalu tersangka menyuruh bapak dan adiknya untuk memanggil ambulance bagi korban, dengan alasan korban sakit, namun saat itu tersangka melarikan diri," katanya.
Pihak kepolisian yang mendapat laporan dari masyarakat terkait kasus KDRT tersebut, langsung melakukan pengejaran.
Tersangka pun berhasil ditangkap dan diamankan aparat kepolisian di wilayah Kedungmundu Semarang.
Kini tersangka pun siap diajukan ke pengadilan, dengan diancam pasal 44 ayat 33 tentang KDRT, berupa pidana mati atau penjara 15 tahun.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time





