Kuasa Hukum Dipanggil, Polda Jateng Beberkan Arah Baru Penyidikan Kematian Dosen Levi

JATENG.AKURAT.CO, Penyidikan kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (35), kembali memasuki babak penting.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah memanggil para kuasa hukum dari pihak keluarga maupun pihak kampus untuk menyampaikan perkembangan terbaru penanganan perkara tersebut.
Pertemuan tertutup itu digelar pada Kamis (27/11/2025) mulai pukul 10.00 hingga 11.40 WIB di ruang Ditreskrimum Polda Jateng. Para advokat dari kedua pihak hadir untuk mendengarkan pemaparan penyidik sekaligus memberikan sejumlah masukan terkait proses penyidikan.
Usai pertemuan, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa agenda tersebut menjadi ruang komunikasi antara penyidik dan para kuasa hukum guna menyampaikan progres penyidikan yang kini sudah memasuki tahap lanjutan.
“Penyidik menyampaikan progres hasil penyidikan kasus tersebut. Saat ini statusnya sudah naik ke tahap penyidikan, dan tentunya banyak masukan yang diberikan oleh tim kuasa hukum keluarga korban maupun tim advokasi Untag,” ujar Artanto saat ditemui di lobi Ditreskrimum Polda Jateng.
Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan para advokat akan menjadi bahan tambahan bagi penyidik untuk memperkaya informasi dan mempertajam langkah-langkah penyelidikan berikutnya.
Terkait autopsi terhadap jenazah Levi, Artanto menegaskan bahwa penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik Polda Jateng. Hasil tersebut menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti kematian dosen Untag Semarang itu.
“Saat ini kami masih menunggu proses dari hasil forensik. Dari hasil itu nantinya akan diketahui penyebab kematian almarhumah,” jelasnya.
Namun, Artanto belum dapat memastikan kapan hasil laboratorium akan selesai. Ia menekankan bahwa proses ilmiah dalam pemeriksaan forensik membutuhkan ketelitian dan waktu.
“Kita tidak boleh terburu-buru karena ini membutuhkan kajian ilmiah yang kuat. Kegiatan dokter forensik membutuhkan waktu dan analisis mendalam. Kami juga bekerja sama dengan tim patologi anatomi untuk menentukan penyebab kematian,” paparnya.
Hingga kini, baik penyebab kematian maupun tersangka dalam kasus ini masih belum menemukan titik terang.
Polda Jateng sebelumnya telah menjatuhkan sanksi tegas kepada AKBP Basuki saksi kunci dalam kasus tersebut berupa penempatan khusus (patsus) dan pencopotan jabatan.
Sementara itu, penetapan tersangka masih bergantung pada hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik.
“Penetapan tersangka menunggu hasil dari progres ini. Jika hasil forensik keluar, berarti penyebab kematian sudah bisa kita ketahui,” pungkas Artanto.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik. Keluarga korban dan pihak kampus berharap penyidikan dapat berjalan transparan dan tuntas, sementara masyarakat menunggu kejelasan penyebab kematian dosen muda tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10Mengenal Sel Energi Prana untuk Keseimbangan Hidup Holistik






