Jateng

Penjelasan Ending The Strangers Chapter 3: Apakah Maya Benar-Benar Selamat atau Menjadi Monster Baru?

Theo Adi Pratama | 11 Februari 2026, 13:00 WIB
Penjelasan Ending The Strangers Chapter 3: Apakah Maya Benar-Benar Selamat atau Menjadi Monster Baru?

JATENG.AKURAT.CO, Akhir cerita The Strangers Chapter 3 langsung memicu perdebatan di kalangan penonton.

Banyak yang keluar dari bioskop dengan pertanyaan sama: apakah Maya Lucas benar-benar menang, atau justru kehilangan sisi manusianya?

Penampilan Madelaine Petsch sebagai final girl di trilogi terbaru ini memang membawa lapisan emosi yang lebih rumit dibanding film-film sebelumnya di semesta The Strangers.

Trilogi baru ini berdiri sendiri, dimulai dari Chapter 1 pada 2024, berlanjut ke Chapter 2 di 2025, dan mencapai klimaksnya pada Februari 2026.

Sejak awal, perjalanan Maya dibangun sebagai kisah bertahan hidup. Namun adegan terakhir memberi sinyal bahwa dampak trauma mungkin jauh lebih dalam daripada sekadar selamat.

Adegan Terakhir The Strangers Chapter 3 Jadi Perdebatan

Dalam momen klimaks, Maya akhirnya berhadapan dengan Gregory alias Scarecrow yang diperankan Gabriel Basso. Ia memeluk sang pembunuh, membuat penonton sempat mengira film akan mengambil arah tak terduga—mungkin simpati, mungkin hubungan emosional yang aneh.

Ternyata itu hanyalah taktik. Maya memanfaatkan jarak dekat untuk menghabisinya.

Setelah itu, ia pergi sambil membawa topeng Gregory. Gambar inilah yang kemudian memunculkan begitu banyak teori.

Madelaine Petsch: Ending-nya Terbuka untuk Tafsir

Dalam wawancara terbaru, Petsch mengakui bahwa penutup tersebut memang sengaja tidak memberi jawaban pasti.

Ia bahkan menyebut gestur memegang topeng merupakan idenya sendiri saat proses pengambilan gambar.

Menurutnya, pilihan itu terasa lebih jujur terhadap kondisi psikologis Maya setelah semua yang terjadi. Ada kesan bahwa sebagian kemanusiaannya mungkin telah terkikis.

Meski begitu, ia juga memahami jika penonton punya sudut pandang berbeda. Filmnya memang tidak pernah menetapkan satu makna mutlak.

Apakah Gregory “Menang”?

Pertanyaan paling mengganggu adalah ini: jika Maya berubah menjadi lebih gelap, bukankah itu berarti sang pembunuh berhasil meninggalkan warisan teror?

Petsch menilai penonton bisa saja menarik kesimpulan seperti itu dari shot terakhir. Sebuah akhir yang membuat kemenangan terasa pahit.

Alih-alih penutupan rapi, cerita memilih meninggalkan rasa tidak nyaman—ciri khas franchise ini sejak film pertamanya.

Masa Depan Maya Masih Misterius

Menariknya, sang aktris sendiri mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada karakternya. Tidak ada petunjuk resmi mengenai kelanjutan kisah setelah bab ketiga.

Artinya, ruang spekulasi sepenuhnya milik penggemar. Apakah Maya akan menjauh dari kekerasan, atau justru terseret lebih dalam?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.