Dihujat Kritikus, Dicintai Penonton: Film Action Old Guy Kini Malah Rajai Paramount+

JATENG.AKURAT.CO, Awalnya datang tanpa banyak sorotan, Old Guy melejit di Paramount+ dan berubah menjadi salah satu tontonan yang paling sering dibicarakan minggu ini.
Film thriller aksi yang dibintangi Christoph Waltz tersebut sempat tampil terbatas di bioskop dan rilis digital setelah premiere festivalnya.
Respons kritikus waktu itu dingin, bahkan cenderung pedas. Namun begitu masuk ke layanan streaming, arah anginnya berubah total.
Penonton muda yang gemar cerita mentor–murid, konflik generasi, serta intrik pembunuh bayaran justru mendorong judul ini naik cepat di tangga popularitas.
Fenomena ini kembali menegaskan bahwa performa di bioskop tidak selalu menentukan umur panjang sebuah film di era platform digital.
Old Guy Melejit di Paramount+ dan Tembus Papan Atas
Menurut data pemantauan FlixPatrol, pada 10 Februari film ini duduk di posisi keempat daftar sepuluh besar film Paramount+. Di atasnya hanya ada rilisan baru yang memang sedang panas.
Meski datanya tidak sepenuhnya komprehensif, gambaran trennya jelas. Judul ini menemukan audiens yang jauh lebih besar dibanding saat pemutaran awal.
Cerita Old Guy: Pembunuh Senior vs Talenta Muda
Narasi berpusat pada Danny Dolinski, eksekutor kawakan yang usianya tak lagi muda. Ia mendapat tugas membimbing rekrutan baru yang berbakat luar biasa.
Hubungan keduanya tidak pernah benar-benar mulus. Seiring waktu, muncul sinyal bahwa misi yang mereka jalani menyimpan agenda tersembunyi.
Deretan Pemeran dan Sosok di Balik Layar
Proyek ini dipimpin Simon West, sineas yang dikenal lewat film aksi berenergi tinggi di masa lalu. Naskahnya ditulis Greg Johnson.
Selain Waltz, hadir pula Lucy Liu, Cooper Hoffman, Ryan McParland, Ann Akinjirin, Jason Done, Tony Hirst, dan Kate Katzman.
Kombinasi lintas generasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton streaming.
Kenapa Kritikus Kurang Suka?
Banyak ulasan profesional menilai filmnya mengulang formula lama tentang senior pemarah dan anak baru yang penuh percaya diri. Eksekusinya dianggap tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar segar.
Beberapa pengamat juga menyoroti pengembangan karakter yang terasa tipis. Akibatnya, skor agregat dari kritikus berada di wilayah rendah.
Tapi Penonton Berkata Lain
Di sisi lain, rating audiens justru sangat tinggi dan menunjukkan mayoritas penonton menikmatinya. Perbedaan tajam ini sering terjadi ketika film menemukan rumah baru di streaming.
Ritme cepat, durasi bersahabat, serta kharisma para pemain rupanya cukup untuk membuat banyak orang menekan tombol replay. Efek word of mouth pun bekerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless



