Jateng

Prediksi UMK Klaten 2027 Cuma Naik ke Rp2,78 Juta? Tol Solo-Jogja Belum Angkat Upah Buruh

Theo Adi Pratama | 30 Oktober 2026, 08:54 WIB
Prediksi UMK Klaten 2027 Cuma Naik ke Rp2,78 Juta? Tol Solo-Jogja Belum Angkat Upah Buruh
Foto Ilustrasi - Prediksi UMK Klaten 2027

JATENG.AKURAT.CO, UMK Klaten 2027 diprediksi cuma naik ke kisaran Rp2,73–2,78 juta, sementara KHL Jawa Tengah sudah di Rp3,5 juta; Tol Solo-Jogja memang membuka tiga exit dan memikat investor, tapi belum tentu membuat slip gaji buruh Klaten ikut “naik kelas”.

Klaten punya posisi yang jarang dimiliki kabupaten lain. Ia berdiri di tengah segitiga Joglosemar, diapit dua kota besar, dan kini dijangkau tiga exit tol dari Jalan Tol Solo-Jogja.

Investor dari China, Taiwan, dan Inggris sempat menjajaki pembangunan pabrik sepatu bermerek internasional di sana. DPMPTSP Klaten bahkan menyebut UMK Klaten yang masih kompetitif sebagai salah satu daya tarik utama bagi investor, selain tiga exit tol dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah .

Kalimat “UMK kompetitif” itu terdengar manis di telinga pengusaha. Di telinga buruh, kalimat itu terdengar seperti pengingat bahwa gaji mereka memang dirancang untuk tetap rendah.

Baca Juga: Prediksi UMK Boyolali 2027: Naik Rp190–241 Ribu, Gap ke KHL Hampir Rp800 Ribu

UMK 2026: Rp2,53 Juta, Naik 6,23 Persen

Tahun 2026, UMK Klaten ditetapkan Rp2.538.691. Angka itu naik sekitar 6,23 persen dari UMK 2025 yang sebesar Rp2.389.872,78, dengan koefisien alfa 0,7 sesuai PP 49/2025 .

Dalam daftar UMK Jawa Tengah 2026, Klaten berada di kelompok menengah. Ia masih di bawah Kota Semarang (Rp3,7 juta), Demak (Rp3,12 juta), Kudus (Rp2,81 juta), dan Cilacap (Rp2,77 juta). Tapi Klaten juga bukan yang terendah. Ia berada di atas Banjarnegara, Wonogiri, Sragen, dan Blora .

Jadi, secara posisi, Klaten tidak “ketinggalan”. Tapi secara angka, ia masih di bawah Rp2,6 juta.

Baca Juga: Prediksi UMK Magelang 2027 Cuma Naik ke Rp2,8 Juta? Padahal Borobudur Hasilkan Rp134 Miliar

Simulasi 2027: Naik, Tapi Tidak Sampai ke Rp3 Juta

KSPI mengusulkan kenaikan 7,5 sampai 9,5 persen untuk UMK 2027 . Kalau usulan itu dipakai, simulasi untuk Klaten terlihat seperti ini:

Skenario

UMK 2026

Simulasi 2027

Selisih

Naik 7,5%

Rp2.538.691

Rp2.729.093

+Rp190.402

Naik 9,5%

Rp2.538.691

Rp2.779.866

+Rp241.175

Sumber: simulasi berdasarkan UMK Klaten 2026 dan usulan KSPI .

Detik bahkan mencatat angka Rp2.779.866 untuk skenario 9,5 persen . Artinya, bahkan dalam skenario paling optimistis, UMK Klaten 2027 tetap di bawah Rp2,8 juta. Naik sekitar Rp190 ribu sampai Rp241 ribu dari UMK 2026. Cukup buat nambah dua-tiga kali makan di warung, tapi belum cukup buat mengubah cara hidup.

Baca Juga: Prediksi UMK Cilacap 2027: Naik Rp208–263 Ribu, Cukup Buat Apa di Kota Industri?

KHL Rp3,5 Juta: Angka yang Tidak Pernah Masuk Simulasi

Ini bagian yang paling getir. KHL di Jawa Tengah pada 2025 disebut mencapai Rp3,5 juta per bulan . Sementara UMK Klaten 2026 hanya Rp2,53 juta. Bahkan dengan simulasi 2027 skenario tertinggi (Rp2,78 juta), gap ke KHL masih sekitar Rp700 ribu.

Angka KHL memang selalu menjadi perdebatan. Ada yang menyebut KHL Klaten jauh lebih rendah, ada yang menyebut survei KHL berbeda-beda versi.

Tapi satu hal yang tidak bisa dibantah: buruh di Klaten sendiri mengeluh bahwa upah yang mereka terima sering tidak sesuai dengan UMK . Kalau UMK saja belum tentu dibayarkan, apalagi bicara tentang KHL.

Baca Juga: Prediksi UMK Banyumas 2027 Cuma Naik ke Rp2,7 Juta? Mahasiswa Purwokerto Butuh Rp3,3 Juta

Efek Tol Solo-Jogja: Investasi Masuk, Tapi Upah Tetap “Kompetitif”

Tol Solo-Jogja memang mengubah lanskap Klaten. Tiga exit tol membuat akses logistik lebih cepat, dan itu menarik minat investor.

Pada Triwulan I 2026, Klaten mencatat serapan tenaga kerja 6.886 pekerja dari realisasi investasi, masuk lima besar di Jawa Tengah . Pabrik sepatu di Kecamatan Pedan disebut akan menyerap ribuan tenaga kerja .

Tapi ada dua catatan penting.

Pertama, tidak semua investasi terealisasi. Rencana pabrik sepatu internasional yang sempat diwacanakan pada 2025 justru batal pada Januari 2026 . Artinya, janji penyerapan tenaga kerja besar tidak selalu berbuah.

Kedua, upah yang ditawarkan tetap mendekati UMK. Lowongan operator sewing di Klaten dibanderol Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per bulan.

Operator produksi di PT Medisyn Tech International ditawarkan Rp2,4 juta sampai Rp3,5 juta . Sementara PT Cartini Lingerie Indonesia Unit 2 Klaten secara eksplisit mencantumkan gaji UMK Rp2.538.601 untuk posisi operator sewing .

Artinya, tol membawa pabrik. Pabrik membuka lowongan. Tapi lowongan itu tidak serta-merta menawarkan upah yang jauh di atas UMK. Investor datang karena UMK Klaten “kompetitif”. Dan UMK yang kompetitif berarti upah yang tetap rendah.

Baca Juga: Prediksi UMK Kudus 2027 Cuma Naik ke Rp3,08 Juta? Padahal PDRB-nya Tertinggi di Jateng

Buruh Klaten: “Upah Tidak Sesuai UMK” Itu Nyata

LBH Semarang mencatat bahwa buruh di Klaten menghadapi berbagai persoalan, mulai dari upah lembur dan THR yang tidak dibayarkan, hingga upah yang tidak sesuai dengan UMK . Ada juga buruh yang mengalami pemotongan upah tanpa dasar yang jelas .

Di sisi lain, ribuan pekerja P3K paruh waktu di Klaten sempat cemas karena kontrak belum diperpanjang dan gaji tertunda . Ini bukan gambaran buruh yang sedang menikmati “berkah tol”. Ini gambaran buruh yang masih berjuang untuk hal-hal dasar.

Tol Solo-Jogja memang menggerakkan ekonomi Klaten. Tapi ekonomi yang bergerak di tingkat atas tidak otomatis menetes ke slip gaji di tingkat bawah.

Investasi Rp triliunan masuk. Pabrik berdiri. Tapi selama UMK 2027 masih di bawah Rp2,8 juta dan KHL di Rp3,5 juta, “efek tol” akan tetap jadi narasi pembangunan, bukan kenyataan di rekening buruh.

Jadi, Akankah Tol Solo-Jogja Menaikkan Standar Upah?

Tahun 2027? Belum signifikan.

Tol membawa konektivitas. Konektivitas membawa investasi. Investasi membawa lapangan kerja. Tapi lapangan kerja yang tercipta masih menawarkan upah mendekati atau persis di UMK.

Selama investor menjadikan “UMK kompetitif” sebagai alasan utama menanam modal, dan selama formula PP 49/2025 membatasi kenaikan UMK di kisaran 7,5–9,5 persen, standar upah buruh Klaten akan bergerak pelan.

Yang bisa dikejar tahun depan bukan “upah tinggi” secara umum, melainkan upah sektoral untuk industri garmen dan alas kaki yang lebih tinggi dari UMK. Atau, lebih mendasar: memastikan perusahaan benar-benar membayar UMK sebelum bicara tentang mengejar KHL.

Klaten tidak perlu malu disebut punya tol dan pabrik. Tapi selama UMK-nya masih di bawah Rp2,8 juta, dan buruh masih mengeluh upah tidak sesuai UMK, narasi “efek Tol Solo-Jogja” akan tetap jadi spanduk di gerbang tol, bukan angka di slip gaji.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.