Bukan Sering Trading, Ternyata Ini Rahasia Para Trader Bisa Sukses yang Malah Dibenci Broker!

JATENG.AKURAT.CO, Banyak trader pemula yang terjebak dalam mitos bahwa semakin sering mereka trading, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan.
Namun, seorang youtuber bernama Andre Rizky Investasi mematahkan mitos tersebut dalam sebuah video.
Ia mengungkapkan bahwa filosofi ini justru didorong oleh para broker untuk meningkatkan volume transaksi mereka.
Jadi, apa sebenarnya strategi trading yang efektif dan mengapa broker membencinya?
1. Atur Ukuran Lot Sesuai Kondisi Pasar
Alih-alih menggunakan ukuran lot yang sama terus-menerus, trader yang bijak akan menyesuaikannya dengan kondisi pasar.
Ada tiga jenis ukuran lot yang disarankan:
- Lot Kecil: Gunakan lot kecil saat pasar sedang "membosankan" atau tidak memiliki validasi yang kuat.
- Lot Normal: Ini adalah ukuran lot standar yang bisa Anda gunakan saat kondisi pasar cukup baik.
- Lot Momentum: Lot ini digunakan untuk momen langka di mana pasar menunjukkan pergerakan signifikan. Meskipun begitu, ukurannya tidak boleh terlalu jauh dari lot normal.
Pendekatan ini membuat Anda lebih berhati-hati dan tidak mengambil risiko besar pada setiap kesempatan.
2. Pilih Waktu Trading yang Tepat
Tahukah Anda bahwa tidak semua hari dalam seminggu ideal untuk trading? Menurut video tersebut, hari Selasa, Rabu, dan Kamis adalah hari-hari terbaik untuk trading.
Sebaliknya, hari Senin dan Jumat dianggap "hari pasar yang membosankan" dengan volatilitas yang rendah dan kemungkinan adanya gap harga pada Senin.
Oleh karena itu, lebih baik menggunakan lot kecil atau bahkan tidak trading sama sekali pada hari-hari tersebut.
3. Jadilah 'Sniper,' Bukan 'Machine Gun'
Ini adalah inti dari strategi yang dibenci broker. Daripada menembakkan banyak peluru (sering bertransaksi) dengan harapan ada yang kena, seorang trader sukses layaknya seorang sniper.
Mereka sabar menunggu peluang dengan keyakinan tinggi. Setelah menemukan target yang tepat, mereka baru membuka posisi.
Pendekatan ini mungkin menghasilkan frekuensi trading yang lebih jarang, tetapi potensi keuntungan dari setiap transaksi bisa jauh lebih besar.
Pada akhirnya, trading bukanlah tentang menjadi budak yang terus-menerus bekerja untuk broker.
Tujuan sebenarnya adalah mencapai kebebasan finansial. Dengan menerapkan strategi yang berfokus pada kualitas dan manajemen risiko, Anda bisa menjadi trader yang efektif dan mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







