Investasi Emas vs Deposito: Mana yang Menarik, Paling Cuan serta Paling Aman Buat Pemula?

JATENG.AKURAT.CO, Kalau ngomongin soal investasi, dua nama yang sering banget disebut adalah emas dan deposito.
Keduanya sama-sama dianggap aman dan cocok buat pemula. Tapi, kalau harus memilih, mana yang lebih menguntungkan? Yuk, kita bedah tuntas perbandingan keduanya!
Emas vs Deposito: Beda Prinsip, Beda Tujuan
Sebelum jauh, pahami dulu prinsip dasarnya.
- Emas adalah aset fisik. Nilainya cenderung naik seiring waktu dan bisa jadi "tameng" ampuh saat inflasi melanda.
- Deposito adalah produk perbankan. Kamu titip uang di bank dengan jangka waktu tertentu, dan sebagai imbalannya, kamu dapat bunga tetap.
Intinya, emas lebih ke investasi jangka panjang, sedangkan deposito lebih ke simpanan yang menguntungkan.
Mana yang Lebih Potensial?
Sekarang, kita bahas soal cuan!
Emas: Dalam 5 tahun terakhir, harga emas naik signifikan, lho! Menurut data dari Goldprice.org, harganya naik sekitar 60%. Itu artinya, rata-rata kenaikannya 12% per tahun! Kenaikan paling gila terjadi pas pandemi COVID-19, di mana emas jadi primadona. Meskipun setelah itu harganya stabil, emas sempat mencetak rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Deposito: Bunga deposito itu stabil, tapi biasanya nggak setinggi kenaikan harga emas. Rata-rata bunga bank BUMN per Januari 2023 cuma sekitar 2,8%. Ditambah lagi, keuntungannya dipotong pajak 20%. Jadi, imbal hasilnya bisa lebih kecil.
Soal Risiko dan Likuiditas
Emas: Investasi ini minim risiko karena nilainya stabil. Tapi, namanya aset fisik, kamu harus siap dengan risiko kehilangan atau pencurian. Makanya butuh tempat penyimpanan khusus, seperti brankas atau Safe Deposit Box (SDB). Keuntungan lain, emas itu super likuid! Bisa dijual kapan aja tanpa terikat waktu.
Deposito: Super aman! Dananya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai batas tertentu. Risiko rugi hampir nggak ada. Tapi, likuiditasnya terbatas. Uangmu terkunci sampai jatuh tempo. Kalau nekat dicairkan sebelum waktunya, kamu bisa kena penalti.
Baca Juga: Sering Bikin Bingung! Ini Perbedaan Karat Emas dan Karat Berlian, Jangan Sampai Salah Beli!
Apa Kabar Saat Inflasi?
Inflasi itu ibarat "musuh" investasi.
Emas: Justru jadi penyelamat saat inflasi! Ketika inflasi naik, harga emas cenderung ikut naik. Makanya, emas sering disebut sebagai safe haven atau aset lindung nilai.
Deposito: Sebaliknya, inflasi bikin nilai bunga deposito jadi nggak ada artinya. Kalau bunga deposito cuma 4% tapi inflasi 5%, uangmu malah tergerus dan nilainya turun.
Biaya dan Pajak yang Harus Diperhatikan
Emas: Saat beli emas batangan, kamu kena pajak 0,45%-0,90%. Ada juga biaya cetak dan biaya penyimpanan kalau pakai SDB. Tapi kabar baiknya, keuntungan dari penjualan emas itu bebas pajak!
Deposito: Keuntungan bunganya kena pajak final 20%. Ada juga biaya materai saat buka rekening. Tapi nggak ada biaya penyimpanan tambahan karena danamu aman di bank.
Baca Juga: Bikin Gagal Paham! Ini 5 Mitos Emas yang Paling Sering Dipercaya, Nomor 1 Paling Bikin Kaget!
Minimal Modal Investasi
Emas: Sekarang investasi emas gampang banget! Kamu bisa mulai dengan modal kecil, bahkan mulai dari Rp20.000 lewat tabungan emas digital. Cocok banget buat anak muda atau pemula.
Deposito: Umumnya butuh modal lebih besar, sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta, tergantung kebijakan bank. Ini bisa jadi kendala buat yang dananya terbatas.
Kesimpulannya?
Emas dan deposito punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pilih Emas kalau kamu ingin investasi jangka panjang, punya dana kecil untuk memulai, dan butuh perlindungan dari inflasi.
Pilih Deposito kalau kamu ingin simpanan yang super aman, butuh kepastian bunga, dan nggak butuh dananya dalam waktu dekat.
Mana pun pilihanmu, yang paling penting adalah mulai berinvestasi dari sekarang!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










