Kaget Banget! Ini 6 Negara yang Punya Bitcoin Terbanyak di Dunia, Ada yang Gak Disangka-sangka!

JATENG.AKURAT.CO, Selama ini, kita mungkin berpikir Bitcoin (BTC) hanya dimiliki oleh individu atau perusahaan besar.
Tapi, ternyata beberapa negara juga ikut mengumpulkan Bitcoin sebagai aset strategis, lho!
Kepemilikan ini bukan cuma sekadar investasi, tapi juga langkah geopolitik yang menunjukkan perubahan pandangan terhadap mata uang digital.
Yuk, kita lihat 6 negara yang memegang Bitcoin terbanyak di dunia pada tahun 2025, lengkap dengan kisah di baliknya!
Baca Juga: Nggak Ada Matinya! Ini Perjalanan Gila Musik Rock Indonesia dari Era 90an Sampai Sekarang!
1. Amerika Serikat – ±200.000 BTC
Amerika Serikat memimpin dengan hampir 200.000 BTC. Sebagian besar Bitcoin ini berasal dari penyitaan kasus kriminal seperti Silk Road dan kejahatan siber lainnya.
Yang menarik, pada Maret 2025, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk menjadikan Bitcoin sitaan ini sebagai aset cadangan strategis negara.
Ini menunjukkan Bitcoin kini dianggap sebagai aset penting, bukan lagi sekadar barang bukti.
2. China – ±190.000 BTC
Di posisi kedua ada China dengan sekitar 190.000 BTC. Meskipun perdagangan dan penambangan kripto dilarang, Bitcoin ini didapat dari penyitaan besar kasus penipuan PlusToken pada 2019.
Analis percaya China masih menyimpan Bitcoin ini di cold storage, menjadikannya salah satu pemain kunci di dunia kripto.
3. Bhutan – ±12.500 BTC
Yang paling mengejutkan adalah Bhutan. Negara kecil ini berhasil mengumpulkan 12.000–13.000 BTC melalui penambangan menggunakan energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air.
Bitcoin ini dikelola oleh lembaga investasi negara dan menjadi bagian dari strategi ekonomi jangka panjang yang unik.
Baca Juga: Bukan Cuma Kaya! Ini 5 Hal Unik yang Bikin Kamu Langka Kalau Punya 1 Bitcoin di 2025!
4. Inggris – ±61.000 BTC
Inggris memegang sekitar 61.000 BTC yang disita dari kasus pencucian uang besar pada 2021.
Pihak berwenang kini sedang mempertimbangkan untuk menyimpan Bitcoin ini sebagai cadangan strategis, menandai perubahan sikap yang signifikan.
5. El Salvador – ±6.000 BTC
Sebagai negara pertama yang mengesahkan Bitcoin sebagai mata uang legal, El Salvador memiliki lebih dari 6.000 BTC.
Meskipun status legal tender-nya dicabut pada 2025, pemerintah tetap melanjutkan pembelian dan melihat Bitcoin sebagai aset jangka panjang.
Baca Juga: Emas Bakal Kalah? Ini 3 Alasan Kenapa Harga Bitcoin Bisa Melejit di Tahun 2025!
6. Iran – Estimasi Ribuan BTC
Iran menggunakan penambangan Bitcoin legal untuk mengisi cadangan negara.
Sejak 2019, penambang resmi wajib menjual Bitcoin hasil tambang ke Bank Sentral Iran.
Meski jumlah pastinya tidak diumumkan, Iran diperkirakan memiliki ribuan BTC sebagai cadangan strategis.
Dengan melihat daftar ini, jadi jelas bahwa Bitcoin bukan lagi fenomena kecil, tapi sudah menjadi bagian penting dalam strategi ekonomi dan geopolitik global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 8CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital







