Jangan Kaget! Bitcoin Ternyata Punya Rahasia Mirip Emas, Siap-Siap Jadi Investasi Safe Haven Baru!

JATENG.AKURAT.CO, Selama ini, emas dikenal sebagai aset investasi paling aman atau sering disebut safe haven.
Istilah ini merujuk pada instrumen yang diharapkan bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan nilainya di tengah ketidakpastian ekonomi atau gejolak pasar global.
Tapi, tahu nggak sih, kalau sekarang muncul fenomena baru yang sedikit menggeser paradigma itu?
Belakangan ini, Bitcoin juga mulai dianggap sebagai safe haven oleh sebagian investor, terutama saat kondisi ekonomi global lagi nggak stabil.
Menariknya, cara kerja keuangan antara emas dan Bitcoin ternyata punya kemiripan yang mengejutkan!
Rahasia di Balik Nilai Emas dan Bitcoin: Biaya Produksi yang Mahal!
Hal ini diungkapkan langsung oleh pengusaha sekaligus pemilik platform jual beli aset kripto Indodax, Oscar Darmawan, dalam siniar YouTube Success Before 30 yang tayang pada 4 Agustus 2025.
"Emas sama Bitcoin ya, kita harus tahu cara kerja emas dan Bitcoin itu mirip, atau bahkan bisa dikatakan sama persis," ujar Oscar dalam siniar tersebut.
Menurut Oscar, nilai yang dimiliki emas itu bukan muncul tiba-tiba. Ada biaya eksplorasi yang sangat besar di baliknya.
"Emas itu punya nilainya karena faktor nilai biaya eksplorasi, atau biaya pertambangan. Jadi setiap emas yang diambil dari bumi, itu ada biayanya. Untuk menggalinya, memurnikannya, dan lain sebagainya," jelasnya.
Biaya eksplorasi emas ini bahkan bisa mencapai angka yang fantastis!
"Kurang lebih biaya eksplorasi emas itu sekitar hampir 50 USD (atau sekitar Rp818.065) per gramnya," imbuhnya.
Ditambah lagi, pasokan emas di bumi ini terbatas, dan kalau permintaannya (demand) tinggi, otomatis harganya pun melesat naik.
"Selain daripada faktor supply yang terbatas itu, ada demand (permintaan), sehingga kemudian harganya semakin naik," terang pengusaha berusia 39 tahun itu.
Logika serupa juga berlaku pada Bitcoin! Meskipun bentuknya digital, Bitcoin juga punya biaya produksi yang besar.
Oscar menambahkan, biaya ini belum termasuk pembelian peralatan penambangan (mining) serta infrastruktur yang diperlukan.
"Bitcoin itu untuk setiap satu bitcoin yang tercipta itu ada biaya listriknya, biaya untuk menciptakan satu Bitcoin hampir mencapai 25.000 USD (sekitar Rp408 juta)," papar Oscar.
"Itu belum terkait biaya beli alat mining-nya, infrastruktur lain yang menambahkan ke dalam biayannya itu," tukasnya.
Bitcoin: Emas Digital Masa Depan?
Pernyataan Oscar ini makin memperkuat persepsi bahwa Bitcoin bisa jadi alternatif investasi selain emas.
Keduanya dianggap mampu mempertahankan nilai di tengah kondisi pasar yang tidak menentu, meskipun sama-sama memiliki biaya produksi yang mahal.
Namun, Oscar juga mengingatkan agar setiap investor harus memahami risiko masing-masing instrumen.
Meskipun dianggap aman, baik emas maupun Bitcoin memiliki tingkat perubahan statistik harga atau volatilitas yang perlu diantisipasi.
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan tren investasi digital, pandangan terhadap Bitcoin sebagai "emas digital" tampaknya akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan investor global.
Bagaimana menurutmu, apakah kamu setuju kalau Bitcoin bisa jadi investasi safe haven seperti emas?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










