Jateng

Orange Bonds PNM: Asa Baru Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Indonesia

Theo Adi Pratama | 10 Juli 2025, 20:26 WIB
Orange Bonds PNM: Asa Baru Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Asa bagi perempuan Indonesia untuk menjadi mandiri dan berdaya kembali menyala terang.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi meluncurkan Orange Bonds, sebuah instrumen investasi sosial inovatif yang menjadi yang pertama di Indonesia dengan fokus spesifik pada pendanaan pemberdayaan perempuan ultra mikro.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pasar modal nasional, yang kini memiliki instrumen investasi berdampak sosial secara eksplisit mencantumkan kesetaraan gender sebagai fondasi strategisnya.

Selama ini, banyak ibu-ibu terampil yang menjalankan usahanya dengan gigih di tingkat lokal kerap terhambat dalam mengembangkan usaha mereka.

Keterbatasan akses terhadap perbankan menjadi kendala utama, menghalangi potensi mereka untuk tumbuh dan berkontribusi lebih besar pada perekonomian.

Orange Bonds hadir sebagai jembatan finansial, menghubungkan para investor dengan mimpi jutaan ibu di seluruh penjuru negeri, memberikan mereka kesempatan untuk bangkit dan maju.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar instrumen investasi biasa.

“Ini lebih dari sekadar instrumen investasi; ini adalah roda penggerak transformasi sosial,” ungkap Arief.

“Kami ingin membuktikan bahwa pasar modal memiliki hati dan bisa menjadi kekuatan dahsyat untuk mendorong kesetaraan gender, sejalan dengan cita-cita global dalam UN SDG 5.”

Pernyataan ini menunjukkan komitmen PNM untuk tidak hanya mencari keuntungan finansial, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang signifikan.

Penerbitan Orange Bonds oleh PNM dilakukan melalui dua skema: Obligasi Konvensional Berwawasan Sosial senilai Rp6 triliun dan Sukuk Mudharabah Berbasis Syariah senilai Rp10 triliun.

Pada tahap awal tahun ini, PNM telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp1 triliun dari obligasi dan Rp1,75 triliun dari sukuk.

Angka ini menandai keberhasilan awal Orange Bonds sebagai instrumen perdana, namun yang lebih istimewa adalah tujuan utamanya: memberdayakan perempuan prasejahtera agar mampu mandiri, karena PNM meyakini bahwa investasi terbaik adalah pada sumber daya manusia itu sendiri.

Dana yang terkumpul dari Orange Bonds ini akan menjadi motor penggerak program-program andalan PNM, yaitu PNM Mekaar dan Mekaar Syariah.

Kedua program ini telah terbukti sukses membantu ribuan perempuan tangguh untuk "naik kelas" dan mengembangkan usaha mereka.

Kehadiran PNM selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pengusaha ultra mikro.

PNM tidak hanya menyediakan akses modal, tetapi juga memberikan pendampingan dan pengembangan usaha, bahkan membantu pemasaran produk para nasabah binaannya.

Salah satu kisah sukses datang dari Hosnia, pemilik usaha kuliner bebek. Ia telah merasakan langsung manfaat bergabung dengan PNM Mekaar sejak tahun 2017.

Berkat dukungan dan pendampingan PNM, usahanya berkembang pesat. Kini, Hosnia telah "naik kelas" dan mendapatkan pembiayaan lanjutan melalui program PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dengan plafon yang lebih besar.

“Jadi PNM ini bukan hanya memberikan pembiayaan untuk nasabah, tapi juga dibantu pengembangan dan didampingi. Kita lebih dikasih pengetahuan dan solusi itu sangat membantu usaha saya,” jelas Hosnia, memberikan testimoni nyata tentang dampak positif PNM dalam perjalanan usahanya.

Orange Bonds PNM diharapkan dapat terus menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemberdayaan perempuan, membawa harapan baru bagi jutaan ibu di Indonesia.

#PNMuntukUMKM

#PNMPemberdayaanUMKM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.