Ditengah Perang Tarif AS dan China, Perusahaan Lokal Jepara Malah Berhasil Ekspor Produk ke AS

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah perang tarif antara Amerika Serikat dan China, PT TBS Industrial Indo berhasil mengekspor produknya secara perdana ke Amerika Serikat pada Senin (26/5/2025).
Perusahaan asal Jepara ini berhasil mencatatkan sejarah besar tersebut berkat peran penting Bea Cukai Kudus yang mendukung penuh usaha masyarakat.
Lenni Ika Wahyudiasti, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus mengatakan pihaknya sukses dalam menjalankan fungsinya sebagai industrial assistancedan trade facilitator hingga perusahaan lokal tersebut mengekspor produk berupa dompet (wrislet) wanita.
"Perusahaan yang mendapatkan fasilitas kepabeanan berupa kawasan berikat ini merupakan badan usaha dengan penanaman modal asing dari Vietnam yang pertama berdiri di wilayah kerja Bea Cukai Kudus," ujarnya pada Rabu (28/5/2025).
Merujuk pada UU Kepabeanan pada pasal 44 ayat (1), fasilitas Kawasan Berikat merupakan insentif yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, sebagai daya tarik investasi.
Ketika perusahaan telah ditetapkan memeroleh fasilitas Kawasan Berikat, maka atas pemasukan barang asal impor atau lokal untuk diolah atau digabung dengan tujuan diekspor, barang-barang tersebut mendapatkan fasilitas penangguhan Bea Masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) dan/atau tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM.
Insentif fiskal tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghasilkan produk-produk yang kompetitif di pasar global yang pada akhirnya berkontribusi positif dalam membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
PT TBS Industrial Indo yang berdiri di Mayong, Kabupaten Jepara, mengekspor sebanyak 1.989 piece dompet (wrislet) wanita merk Coach produksi karya anak bangsa yang siap diberangkatkan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Nilai ekspor yang dicatatkan pada transaksi ini mencapai hampir USD 12 ribu.
"Kegiatan ekspor sangat penting pengaruhnya bagi negara karena mendukung pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan devisa," tutur Lenni.
Pertumbuhan eknomi ditandai dengan tren positif terhadap barang dan jasa yang diproduksi serta peningkatan kemakmuran masyarakat.
Sampai saat ini Bea Cukai Kudus secara aktif melayani 206 pabrik rokok, 31 perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat dan gudang berikat, 4 perusahaan penerima fasilitas KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), serta 13 perusahaan penerima fasilitas KITE IKM.
“Segala perizinan fasilitas kepabeanan dapat diurus di Kantor Bea Cukai Kudus tanpa dipungut biaya," tandas Lenni.
Untuk perusahaan-perusahaan yang telah ditetapkan mendapatkan fasilitas, dihimbau untuk menaati ketentuan.
"Monitoring dan evaluasi terus kami lakukan secara berkesinambungan. Apabila ada yang kedapatan melanggar ketentuan, kami tidak segan untuk membekukan atau mencabut izinnya,” tegas Lenni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD




