Langkah Nyata Pemkot Semarang Jalankan Program Semarang Bersih Berpotensi Didukung CSR Besar

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Kota Semarang punya program tahunan untuk pemberdayanan UMKM sekaligus pengelolaan sampah yang mengarah kepada nilai ekonomi.
Program ini diberi nama Semarang Bersih dengan memberi mandat kepada 16 Kecamatan untuk membuat program inovasi dari sampah.
Wali Kota Semarang, Agustina, mengatakan bahwa dirinya memang meminta setiap kecamatan agar membuat program inovasi tersebut.
“Tiap kecamatan saya minta untuk berinovasi, salah satunya pengolahan sampah untuk program Semarang Bersih dengan mengolah sampah agar bernilai ekonomi. Anggarannya kami dapatdari hasil efisiensi program dinas yang tidak sesuai visi-misi Pemkot. Salah satu inovasi sampah tersebut sudah dimulai di Kecamatan Gunungpati,” ujar Agustina pada Jum’at (25/4/2025).
Langkah Nyata
Langkah nyata yang dilakukan Pemkot Semarang contohnya ada di Kecamatan Semarang Tengah.
Warga di sana mengubah sampah non organik berupa plastik menjadi paving blok. Secara teknis, plastik direbus ke air di panci dan dicampuri pasir dan oli.
Kemudian diaduk selama kurang lebih 20 menit. Setelah lembek, adonan dimasukkan ke dalam cetakan paving dan dikeringkan selama 30 menit hingga 60 menit.
Camat Semarang Tengah Aniceto Magno Da Silva mengatakan hal ini salah satu inovasi pengolahan sampah yang dimiliki Semarang Tengah. Pelaksanaannya berada di wilayah Kelurahan Jagalan.
"Semarang Tengah punya "Mas Jaka" atau mengolah sampah jadi berkah. Kita olah sampah non organik yakni plastik menjadi paving blok," kata pria yang akrab disapa Moy ini.
Dalam pengolahan sampah ini pihaknya mengajak warga sekitar.
Pada Senin hingga Kamis warga mengumpulkan sampah. Kemudian tiap Jumat dieksekusi menjadi paving blok.
"Semangat warga luar biasa ini. Mereka belajar otodidak dari Youtube yang semula belum sempurna sampai jadi sempurna," ucapnya.
Ia mengatakan pembuatan paving ini baru berjalan dua pekan.
Para warga, kata dia, terus berusaha mencari formula yang tepat kekerasan paving dan kesempurnaan bentuk.
"Harapannya, dua atau tiga bulan kedepan sudah ketemu formula yang tepat. Kemudian bisa jadi mata pencaharian warga," ujarnya.
"Selain untuk perekonomian, kita juga berharap lingkungan bersih tanpa harus buang sampah ke TPA," tandas dia.
Agustina menandaskan untuk memuluskan program ini salah satu yang dilakukannya adalah mengajak perusahan yang memiliki CSR besar untuk bekerjasama.
“Saya sendiri sedang berusaha mengikat Kerjasama, salah satunya dengan CSR PT Pegadaian. Selain itu kami sudah berbicara kepada Perusahaan-perusahaan yang memiliki tempat usaha atau tempat untuk berjualan bagi warga,” tutur Agustina.
Holding Group BRI-Pegadaian-PNM
PT Pegadaian sendiri adalah salah satu Holding Group di bawah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Program utama Holding Grup yang menaungi BRI-Pegadaian-PNM ini membantu pelaku usaha yang berada di tataran grass root tak lagi kesulitan memperoleh modal dalam mengembangkan usahanya.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah menjalankan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebagai tahap lanjutan dari bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yaitu segmen usaha dengan jumlah aset hingga Rp50 juta dan omzet maksimal Rp300 juta.
Dalam rangka mendukung program tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank yang memiliki core business UMKM telah membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) sejak 2021.
Holding ini menargetkan melayani masyarakat yang belum punya akses ke layanan keuangan formal (unbankable) hingga 45 juta jiwa. Hingga saat ini, jumlah debitur Holding Ultra Mikro kini terus meningkat.
Kembali ke program pengolahan sampah yang digagas Agustina, dirinya menyatakan tentunya program ini untuk mendukung program Semarang Bersih tersebut dengan menyelaraskan dengan program pemberdayaan UMKM.
“Saya juga kepingin ada kegiatan yang sifatnya mengendors UMKM sekaligus mengarahkan untuk naik kelas,” jelasnya.
“Contohnya di Simpang Lima, itu UMKMnya udah jelek-jelek. Itu akan saya koordinasikan sekaligus menggaet CSR-CSR besar untuk ikut membantu memperbaiki tata letak ruang. Saya menawarkan ada hak penamaan dari Perusahaan yang membantu mengeluarkan CSR tersebut,” ujar Agustina.
Komitmen PT Pegadaian
Sementara itu, Pimpinan PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Edy Purwanto, mengungkapkan pihaknya berkomitmen membantu UMKM untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usaha dengan berbagai cara.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan memberikan pinjaman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. KUR ini memungkinkan para pelaku UMKM mendapatkan modal dengan syarat yang mudah, tarif yang terjangkau, serta sesuai syariat.
Pegadaian KUR Syariah merupakan fasilitas pinjaman bagi pemilik usaha produktif untuk pengembangan usaha dalam jangka waktu tertentu, sesuai prinsip syariah berdasarkan akad Rahn (Gadai Syariah). Prinsip yang digunakan pun bukan berupa bunga, tetapi mu’nah atau biaya pemeliharaan.
Menariknya, mu’nah kini lebih terjangkau dengan tarif setara 3 persen efektif per tahun atau 0,14 persen flat per bulan dari nilai pembiayaan.
“Pembiayaan yang diberikan Pegadaian Syariah dalam bentuk KUR ini mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta dengan jangka waktu angsuran selama 12, 18, 24, dan 36 bulan,” kata Edy.
Edy menjelaskan, KUR Syariah dapat digunakan untuk pengembangan usaha pelaku UMKM, misalnya meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, meningkatkan hasil produksi, menambah peralatan dan pekerja, memperluas target pasar dengan promosi, serta mengembangkan dan menambah lokasi usaha.
“Pegadaian KUR Syariah ini menjadi solusi pelaku UMKM yang membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usahanya,” terangnya.
Edy menuturkan, pengajuan KUR Syariah Pegadaian dapat dilayani di seluruh outlet Pegadaian di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang memiliki 423 outlet tersebar di 6 area, yaitu Yogjakarta, Surakarta, Semarang, Pati, Tegal dan Purwokerto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










