Jateng

Update Harga Sembako Jawa Timur 3 Januari 2025: Cabai Merah, Daging Sapi dan Telur Ayam Kampung Mengalami Kenaikan Cukup Signifikan

Theo Adi Pratama | 3 Januari 2025, 09:18 WIB
Update Harga Sembako Jawa Timur 3 Januari 2025: Cabai Merah, Daging Sapi dan Telur Ayam Kampung Mengalami Kenaikan Cukup Signifikan

JATENG.AKURAT.CO, Harga sembako di Jawa Timur terus mengalami fluktuasi, memberikan dampak langsung pada pengeluaran rumah tangga masyarakat.

Hari ini, Jumat, 3 Januari 2025, beberapa bahan pokok mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan.

Data ini dihimpun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.

Kenaikan Harga yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga hari ini meliputi:

Cabai Merah Besar: Naik Rp2.528/kg (+5,72%) menjadi Rp46.769/kg.

Daging Sapi Paha Belakang: Naik Rp1.538/kg (+1,30%) menjadi Rp120.000/kg.

Telur Ayam Kampung: Naik Rp1.863/kg (+4,05%) menjadi Rp47.858/kg.

Harga Terbaru Sembako di Jawa Timur

Berikut adalah daftar harga lengkap sembako di Jawa Timur per pukul 08.30 WIB:

Beras Premium: Rp14.361/kg
Beras Medium: Rp12.394/kg
Gula Kristal Putih: Rp16.727/kg
Minyak Goreng Curah: Rp18.636/kg
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp19.754/liter
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp17.079/liter
Minyak Goreng Minyakita: Rp16.172/liter
Daging Ayam Ras: Rp34.294/kg
Daging Ayam Kampung: Rp69.062/kg
Telur Ayam Ras: Rp29.037/kg
Telur Ayam Kampung: Rp47.858/kg
Cabai Merah Keriting: Rp47.250/kg
Cabai Rawit Merah: Rp65.512/kg
Bawang Merah: Rp37.262/kg
Bawang Putih: Rp37.678/kg
Garam Halus: Rp9.352/kg
Gas Elpiji: Rp18.595/tabung

Mengapa Harga Sembako Berfluktuasi?

Harga sembako sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait. Berikut beberapa penyebab utama perubahan harga:

1. Permintaan dan Penawaran

Ketika permintaan tinggi sementara pasokan terbatas, harga akan cenderung naik. Sebaliknya, pasokan melimpah dengan permintaan rendah akan menurunkan harga.

2. Cuaca Ekstrem dan Perubahan Musim

Produksi pertanian sering terganggu oleh cuaca buruk seperti hujan deras atau kekeringan. Kekurangan hasil panen menyebabkan harga bahan pokok naik.

3. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau pembatasan distribusi bahan pokok juga memengaruhi harga.

4. Biaya Produksi dan Distribusi

Naiknya harga bahan bakar, pupuk, dan upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi. Masalah logistik seperti kemacetan atau pemogokan juga dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman.

5. Fluktuasi Nilai Tukar Mata Uang

Jika bahan pokok diimpor, depresiasi nilai mata uang lokal dapat membuat harga barang menjadi lebih mahal.

6. Inflasi dan Kondisi Ekonomi

Inflasi tinggi akan menaikkan harga barang dan jasa, termasuk sembako. Ketidakstabilan ekonomi juga memperburuk situasi.

Dampak Langsung bagi Konsumen

Kenaikan harga sembako berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Keluarga dengan penghasilan rendah akan semakin terbebani, terutama saat bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan daging mengalami kenaikan harga.

Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk selalu memantau harga sembako setiap hari.

Solusi untuk Menghadapi Kenaikan Harga

Belanja Secara Cerdas: Bandingkan harga di pasar tradisional dan supermarket.

Gunakan Subsidi Pemerintah: Manfaatkan program pemerintah seperti sembako murah atau bantuan langsung tunai.

Pertimbangkan Alternatif: Gunakan bahan pengganti untuk kebutuhan dapur, misalnya minyak goreng curah daripada kemasan premium.

Tetap pantau harga sembako untuk mengatur pengeluaran rumah tangga Anda dengan bijak!***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.