Akhir Tahun 2024, Harga Sembako Turun! Cabai, Gula, dan Daging Semakin Terjangkau! Berikut Update Harga Pangan Terbaru

JATENG.AKURAT.CO, Akhir tahun 2024 membawa kabar baik bagi masyarakat Indonesia, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional menunjukkan tren penurunan.
Beberapa bahan pokok seperti cabai, gula, dan daging mencatat harga yang lebih terjangkau, memberikan angin segar di penghujung tahun.
Harga Pangan yang Turun Drastis
Cabai rawit merah, salah satu komoditas yang sering menjadi penyebab "drama" harga di pasar, kini turun 2,66 persen menjadi Rp57.040 per kg.
Selain itu, cabai merah keriting mengalami penurunan signifikan sebesar 7,71 persen atau Rp3.840, sehingga harganya menjadi Rp45.980 per kg.
Komoditas bawang merah juga turun 1,86 persen menjadi Rp40.070 per kg, disusul bawang putih bonggol yang turun 1,32 persen menjadi Rp42.000 per kg.
Tidak ketinggalan, harga daging sapi murni turun 0,46 persen menjadi Rp134.360 per kg, dan daging ayam ras turun 0,55 persen menjadi Rp37.690 per kg.
Untuk komoditas bahan baku utama lainnya, seperti minyak goreng, juga tercatat mengalami penurunan.
Minyak goreng kemasan sederhana turun 1,92 persen menjadi Rp18.420 per kg, sementara minyak goreng curah lebih terjangkau dengan harga Rp17.040 per kg setelah turun 3,18 persen.
Kabar Baik untuk Pecinta Telur dan Ikan
Harga telur ayam ras kini menjadi Rp30.250 per kg, turun 1,79 persen.
Penurunan ini tentunya menjadi kabar baik, mengingat telur adalah salah satu bahan pangan yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sektor perikanan, ikan tongkol turun 3,05 persen menjadi Rp31.420 per kg, sementara ikan bandeng mencatat penurunan terbesar sebesar 4,63 persen, kini dihargai Rp32.340 per kg.
Namun, ikan kembung mengalami kenaikan 1,65 persen menjadi Rp39.370 per kg.
Komoditas yang Naik Harga
Meski banyak komoditas menunjukkan tren penurunan, beberapa bahan pangan justru mengalami kenaikan harga.
Kedelai biji kering impor naik 3,37 persen menjadi Rp10.730 per kg.
Begitu juga dengan jagung di tingkat peternak yang naik 2,95 persen menjadi Rp6.290 per kg.
Namun, kenaikan ini tidak terlalu signifikan dibandingkan penurunan yang terjadi pada berbagai komoditas lainnya, sehingga masyarakat tetap bisa merasakan manfaat dari harga pangan yang relatif stabil.
Harapan untuk Stabilitas Harga di Tahun 2025
Penurunan harga ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga tahun 2025, sehingga daya beli masyarakat meningkat.
Pemerintah dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga terus memantau serta mengupayakan stabilitas harga melalui berbagai kebijakan dan pengelolaan stok pangan yang tepat.
Momen ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mempersiapkan kebutuhan pokok di awal tahun dengan harga yang lebih terjangkau.
Jadi, jangan lewatkan untuk mengunjungi pasar dan memanfaatkan penurunan harga ini!
Apakah ini tanda-tanda tahun baru yang lebih ramah di kantong? Tetap pantau berita terkini soal harga pangan hanya di sini!***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









