Jateng

Dari Sepi Pembeli Hingga Sukses: Kisah Inspiratif Transformasi Klaster Pasar Bunga Bratang Binaan BRI Surabaya

Theo Adi Pratama | 6 Juli 2024, 10:33 WIB
Dari Sepi Pembeli Hingga Sukses: Kisah Inspiratif Transformasi Klaster Pasar Bunga Bratang Binaan BRI Surabaya

JATENG.AKURAT.CO, Dulunya, para pedagang bunga di Pasar Bratang Kota Surabaya harus menghadapi kenyataan pahit: sepi pembeli dan aroma tak sedap sampah yang menyelimuti area pasar.

Orang-orang yang melintas di sekitar Pasar Bratang sering kali menutup hidung mereka, menghindari bau tak sedap yang menyengat.

Begitulah kondisi lapak para pedagang bunga yang menjual tanaman hias di lahan pembuangan sampah.

Ketua Klaster Bunga Bratang, Agus Subali, menceritakan bahwa awalnya lokasi ini memang merupakan tempat pembuangan sampah sementara dari masyarakat sekitar.

Namun, beberapa sesepuh membuka lahan sebagai lapak untuk menjual tanaman. Seiring waktu, komunitas penjual bunga pun mulai terbentuk.

"Awalnya memang tempat ini adalah lokasi pembuangan sampah sementara. Kemudian ada beberapa orang sesepuh kami yang membuka lahan sebagai lapak untuk menjual tanaman. Lama kelamaan, muncul komunitas penjual bunga," ujar Agus.

Baca Juga: Wisata Hits di Dekat Stasiun Balapan Solo yang Instagramable dan Anti Mainstream, Jaraknya Ternyata Hanya 5 Menitan Aja Lho (Bagian 2)

Pembentukan Klaster Bunga Bratang

Dengan tujuan yang sama, yaitu memiliki tempat berjualan yang nyaman dan memperbaiki perekonomian, Klaster Bunga Bratang pun mulai terbentuk.

Para anggota berinisiatif agar lokasi mereka berjualan bisa semakin dikenal masyarakat luas dan ramai pembeli.

Melihat potensi yang dimiliki Klaster Bunga Bratang, sekitar empat tahun lalu BRI memberikan bantuan.

Alhasil, lapak milik 70 pedagang di Klaster Bunga Bratang pun berubah signifikan.

"Di sini kami sudah 35 tahun menjadi pedagang bunga. Dulu belum tertata rapi seperti ini, baru beberapa tahun belakangan lokasinya jadi seperti ini. Kami juga sangat terbantu sekali dengan adanya bantuan dari BRI," kata Agus.

Pengembangan dan Penataan

Agus mengaku bahwa sejak adanya pengembangan dan penataan, lokasi berniaga Klaster Bunga Bratang menjadi jauh lebih baik dan nyaman.

Bukan hanya lokasi saja yang nyaman, Klaster Bunga Bratang juga menciptakan kenyamanan lain bagi para anggotanya. Mereka tidak sungkan untuk saling berbagi informasi edukatif mengenai dunia hortikultura.

Pertukaran informasi dengan semangat yang membangun itu biasa dilakukan di gazebo yang merupakan salah satu fasilitas yang diberikan BRI untuk Klaster Bunga Bratang.

"Kami di sini biasa ngobrol-ngobrol dan rapat di gazebo. Jadi kalau ada pedagang senior bisa saling memberikan masukan kepada teman yang baru. Selain bantuan fasilitas gazebo, kami juga dibantu akses modal dan itu yang penting. Kami dapat KUR dari BRI dengan pembayaran bunga yang sangat murah sekali. Besar pinjaman bervariasi tergantung dari masing-masing pedagang," cerita Agus.

Baca Juga: AKHIRNYA TERUNGKAP! Rahasia 5 Wisata Viral dan Instagramable di Solo, Jaraknya Ternyata Dekat Hanya 5 Menitan dari Stasiun Balapan

Dampak Ekonomi dan Pendidikan

Dengan adanya bantuan tersebut, otomatis perekonomian para pedagang ikut terbantu.

Mereka bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan pokok keluarga, tetapi juga anak-anak mereka bisa mendapat pendidikan yang layak.

"Kalau dulu pedagang bunga di sini tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang lebih tinggi, alhamdulillah dengan adanya usaha ini, kami bisa memberikan pendidikan sekolah kepada anak-anak hingga kuliah. Selain itu, teman-teman pedagang juga bisa membeli rumah tinggal, jadi istilahnya ekonomi semakin membaik," katanya.

Kemudahan Pembayaran

Selain menguntungkan Klaster Bunga Bratang, kegiatan pembinaan dan pemberdayaan dari BRI juga memberikan kenyamanan kepada para pembeli tanaman hias.

"Soalnya ada pembayaran non-tunai yang mempermudah, jadi customer tidak perlu sedia uang tunai. Sekarang sudah ada QRIS, jadi bisa langsung transaksi antara pedagang dan customer, jadi sama-sama memudahkan," kata Agus.

Klaster Bunga Bratang sebelumnya mendapat pembinaan dan pelatihan terkait sistem penjualan menggunakan QRIS.

Baca Juga: Hidden Gems Menarik di Pandaan! 3 Cafe Pet Friendly yang Nyaman Buat Nyantai dan Quality Time Sama Anabul

Harapan untuk Masa Depan

Dengan kegiatan pemberdayaan dari BRI, Agus berharap agar Klaster Bunga Bratang bisa terus mendapat dukungan dan pendampingan dari BRI agar dapat terus mengembangkan usahanya.

Dia juga berharap kolaborasi dapat terjalin dalam jangka panjang untuk membantu penjualan bunga supaya bisa laris manis.

"Dengan kemajuan zaman ini kita diberikan kemudahan dalam penjualan ataupun dibantu branding supaya tidak ketinggalan zaman," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa BRI memiliki komitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM lewat program Klasterkuhidupku.

Hingga nantinya, UMKM yang tumbuh dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di daerah lain.

"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya dengan memberikan modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya, sehingga UMKM dapat tumbuh dan berkembang," ungkap Supari.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.