Jateng

Forbes Internasional Terbitkan Daftar Perusahaan Terbesar Dunia: BRI Pimpin Perusahaan Indonesia di The Global 2000 Tahun 2024

Theo Adi Pratama | 15 Juni 2024, 13:33 WIB
Forbes Internasional Terbitkan Daftar Perusahaan Terbesar Dunia: BRI Pimpin Perusahaan Indonesia di The Global 2000 Tahun 2024

JATENG.AKURAT.CO, Forbes Internasional, media keuangan dan ekonomi terkemuka di dunia, baru saja merilis daftar perusahaan terbesar dunia, Forbes Global 2000 tahun 2024.

Daftar ini memuat 2000 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan empat indikator utama: sales (penjualan), profit (laba), asset (aset), dan market value (nilai pasar), dengan bobot yang sama untuk masing-masing variabel.

Mengutip situs resmi Forbes Internasional, dari 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar, terdapat 9 perusahaan berasal dari Indonesia.

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menduduki peringkat teratas di antara perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut dengan peringkat global ke-308.

Perusahaan Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar adalah Bank Mandiri (373), BCA (457), Telkom Indonesia (912), BNI (944), Bayan Resources (1.194), Chandra Asri Petrochemical (1.591), Amman Mineral (1.605), dan Adaro Energy (1.738).

Baca Juga: EURO 2024 Hari Kedua: Spanyol vs Kroasia Siap Memanas di Berlin, Italia Hadapi Albania

“Daftar tahunan Forbes The Global 2000 mencerminkan perusahaan global terbesar yang menggerakkan pasar, serta industri yang sedang tumbuh dan menjadi tren,” kata Hank Tucker, staf penulis Forbes.

“Daftar tahun ini menunjukkan bagaimana pasar global terintegrasi satu sama lain dan tren kecerdasan buatan yang berkelanjutan seiring berkembang dicerminkan dari naiknya peringkat perusahaan semikonduktor,” tambahnya.

Secara umum, BRI mencatatkan penjualan sebesar $14,95 miliar, laba $3,6 miliar, aset $125,45 miliar, dan nilai pasar $46,5 miliar.

Keberhasilan BRI menduduki peringkat 308 tercatat lebih baik dibandingkan beberapa perusahaan multinasional seperti Starbucks, Renault, Nissan Motor, Uber, Vodafone, HP, dan Softbank.

Daftar tahun ini mencakup data kinerja perusahaan dalam 12 bulan terakhir hingga 17 Mei 2024.

Baca Juga: Menikmati Pesona Pantai Bugel di Jogja, Destinasi Wisata yang Menawan: Jam Buka, Fasilitas dan Daya Tarik Pantai

Secara kolektif, 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar memiliki nilai pasar sebesar $88 triliun, mengalami peningkatan nilai pasar sebesar 19%, dan membukukan rekor pendapatan sebesar $51,7 triliun, laba $4,5 triliun, serta aset $238 triliun.

Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan dari Forbes Internasional, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

“Sekali lagi dunia internasional mengakui kinerja positif BRI, dan kiprah BRI sebagai perusahaan BUMN mampu untuk terus memberikan pengaruh secara global,” ujar Sunarso.

Dari sisi kinerja, BRI mencatatkan pertumbuhan laba positif menjadi senilai Rp15,98 triliun di kuartal I 2024.

BRI juga tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp1.308,65 triliun atau tumbuh 10,89% yoy.

Dari penyaluran kredit tersebut, 83,25% di antaranya atau Rp1.089,41 triliun merupakan portofolio kredit untuk segmen UMKM.

Sementara itu, dana pihak ketiga BRI tercatat tumbuh lebih kencang sebesar 12,80% menjadi Rp1.416,21 triliun.

Baca Juga: Legenda Mandul dan Pesona Tersembunyi Curug Sumber Nyonya, Menjelajahi Destinasi Wisata Pasuruan Jawa Timur

Total aset perusahaan juga meningkat 9,11% menjadi Rp1.989 triliun.

Dari sisi permodalan, BRI didukung dengan CAR yang kuat di level 23,97% dan rasio pinjaman terhadap simpanan atau LDR sebesar 83,28%.

Perusahaan juga mencadangkan NPL coverage sebesar 214,26%.

Dengan pencapaian ini, BRI tidak hanya menunjukkan daya saingnya di kancah nasional, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar global.

Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui segmen UMKM yang menjadi fokus utama dalam portofolio kreditnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.