IHSG Ceria, Saham GOTO Terlepas dari Genggaman Investor Asing

AKURAT.CO, Setelah mengalami pelemahan sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali meraih senyum pada perdagangan kemarin.
Pada penutupan perdagangan sesi II Selasa (12/12/2023), IHSG terapresiasi sebesar 0,52% ke level 7.125,307.
Prestasi ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar saham yang terus berkembang.
Baca Juga: Misteri dan Kisah Seram di Balik Kemegahan serta Kemewahan Hotel Grand Aquila di Bandung
Kinerja IHSG dan Transaksi Perdagangan
Dalam catatan yang tercatat, nilai transaksi pada perdagangan tersebut mencapai Rp13,05 triliun, dengan volume transaksi mencapai 30,34 miliar saham.
Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat pergerakan yang cukup signifikan di antara saham-saham yang diperdagangkan.
Sebanyak 257 saham berhasil naik, 304 saham turun, dan 209 saham bergerak mendatar.
Baca Juga: Dampak Akuisisi 75% Tokopedia oleh ByteDance terhadap Saham GOTO
Peran Investor Asing
Secara menarik, investor asing memainkan peran penting dalam dinamika perdagangan tersebut.
Terlihat bahwa investor asing melakukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp530,57 miliar di seluruh pasar, dan sebesar Rp589,61 miliar di pasar reguler.
Di sisi lain, mereka juga mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp59,03 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Baca Juga: Kisah Dibalik Julukan Paris van Java: Kota Bandung yang Mempesona dan Penuh dengan Sejarah
Saham-saham yang Dibuang Asing
Ketika IHSG kembali cerah, beberapa saham menjadi fokus penjualan oleh investor asing.
Di posisi teratas, saham GOTO dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. tercatat dilepas asing dengan nilai mencapai Rp158,8 miliar.
Disusul oleh dua saham dari sektor perbankan yang cukup besar, yaitu:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp137,3 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp119,5 miliar
Daftar 10 Saham yang Dibuang Asing
Berdasarkan data dari RTI Business, berikut adalah daftar 10 saham yang mengalami net foreign sell pada perdagangan hari tersebut:
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp158,8 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp137,3 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp119,5 miliar
- PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) - Rp54,1 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp50,7 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp23,8 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp22,7 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) - Rp15,3 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp15,2 miliar
- PT MD Pictures Tbk. (FILM) - Rp14,7 miliar
Baca Juga: Mengabdi untuk Pendidikan: Berikut Tatacara Pendaftaran Relawan KIP Kuliah 2024
Analisis dan Proyeksi
Korelasi antara pergerakan IHSG, aktivitas investor asing, dan perubahan kepemilikan saham memberikan gambaran yang kompleks tentang dinamika pasar saham.
Analisis lebih lanjut dibutuhkan untuk memahami apakah penjualan saham tersebut hanya merupakan strategi jangka pendek atau merupakan tanda awal perubahan tren jangka panjang.
Pemain pasar akan terus memantau perkembangan ini karena menciptakan keputusan investasi yang lebih cermat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










