Jateng

Sinergi BI Jateng - OJK Regional 3 dan Pemkot Semarang, Dorong Literasi Keuangan Cinta Rupiah di Masyarakat

Arixc Ardana | 29 Oktober 2023, 10:54 WIB
Sinergi BI Jateng - OJK Regional 3 dan Pemkot Semarang, Dorong Literasi Keuangan Cinta Rupiah di Masyarakat

AKURAT.CO SEMARANG, Pemerintah Kota Semarang, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, bersinergi dalam pelaksanaan The Jewel Of Central Java di Lapangan Simpanglima Semarang.

Hal ini tidak terlepas sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang, BI dan OJK dalam mendorong peningkatan akseptansi literasi dan inklusivitas keuangan, serta meningkatkan awareness penggunaan alat pembayaran yang aman dan praktis.

Beragam kegiatan pun dihelat, selama dua hari kegiatan 28-29 Oktober 2023, antara lain edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sosialiasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), edukasi literasi keuangan, expo UMKM hingga pagelaran budaya.

Baca Juga: Berikut 4 Cara Unduh Video TikTok Tanpa Watermark dan Tanpa Aplikasi Tambahan, Dijamin Lancar Jaya!

Kegiatan ini dilaksanakan dalam menyambut bulan inklusi keuangan, safari Rupiah, sekaligus pembukaan Semarang Great Sale 2023.

Urgensi dalam memupuk pentingnya rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah, serta peningkatan kewaspadaan terhadap kejahatan online menjadi perhatian utama Pemerintah saat ini.

Dalam kesempatan dimaksud, turut hadir Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu, Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae, Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY Soemarjono, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra.

Baca Juga: Berikut 4 Rekomendasi Nasi Goreng Terenak yang Bisa Anda Coba Saat Berkunjung ke Yogyakarta

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Dian Ediana Rae menyampaikan pentingnya literasi dan inklusi keuangan, dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kesejahteraan masyarakat sangat tergantung kepada dua hal kalau dilihat dari aspek keuangan, yaitu literasi atau mengerti bagaimana harus memahami risiko, dan inklusi yaitu masyarakat harus mudah untuk berurusan dan mengakses lembaga jasa keuangan,” kata Dian, disela pembukaan, Sabtu malam 28 Oktober 2023.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra.

“Semakin maraknya kasus pemalsuan uang Rupiah, judi online hingga pinjaman online mendorong Pemerintah untuk memperluas edukasi kepada masyarakat," terangnya.

Dipaparkan, masyarakat perlu diingatkan kembali akan metode pembayaran yang aman yakni QRIS, serta diberikan edukasi terkait bahaya judi dan pinjaman online.

"Sehingga pada rangkaian kegiatan kali ini, kami mengkomunikasikan dengan cara unik yakni membalutnya dengan budaya agar lebih mudah dan menarik untuk dipahami," lanjut Rahmat.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Tempat Buat Bulan Madu Bersama Pasangan di Yogyakarta, Dijamin Makin Betah

Hal senada juga disampaikan Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng Yunanto Herdiawan.

Dijelaskan, jika kegiatan yang dilakukan adalah sebuah sinergi dan kolaborasi antara Pemkot Semarang dan Bank Indonesia serta OJK, dalam memeringati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun ini. 

Menurut Yunanto, kegiatan tersebut baru kali pertama dilakukan secara bersama antara BI dengan OJK di seluruh Indonesia.

Yunanto menjelaskan, kolaborasi yang dilakukan BI dan OJK karena melihat permasalahan sama terkait inklusi keuangan.

Melalui kegiatan tersebut, antara BI dengan OJK memberikan edukasi dan sosialisasi tentang Rupiah maupun QRIS serta edukasi literasi keuangan.

Baca Juga: Jadwal Siaran untuk Stasiun TransTV Minggu 29 Oktober 2023, Ada Film Bleeding Steel dan Fury

BI dan OJK mendorong peningkatan akseptansi literasi dan inklusivitas keuangan, serta meningkatkan awareness penggunaan alat pembayaran yang aman dan praktis.

“Semakin maraknya kasus pemalsuan uang Rupiah, judi online hingga pinjaman online mendorong pemerintah untuk memperluas edukasi kepada masyarakat. Masyarakat perlu diingatkan kembali akan metode pembayaran yang aman yakni QRIS, serta diberikan edukasi terkait bahaya judi dan pinjaman online,” kata Yunanto.

Pada kesempatan yang sama juga Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu, menyampaikan bahwa sinergitas antara Pemerintah Kota, BI dan OJK kali ini diharapkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang dapat tumbuh semakin kuat.

Baca Juga: Yalla Shoot TV Yandex Live Streaming Al Feiha vs Al Nassr di Liga Pro Saudi Ilegal, Skor 0-1 Umpan Ronaldo

"Selain itu, awareness masyarakat terhadap akseptansi literasi keuangan dan pembayaran digital diharapkan dapat berkembang semakin solid," terangnya.

Di ajang tersebut juga turut diluncurkan program Semarang Great Sale 2023.

“Semarang Great Sale merupakan agenda tahunan yang diluncurkan untuk mendorong konsumsi masyarakat, sehingga pertumbuhan ekonomi Semarang tetap terjaga," terang Mbak Ita, panggilan akrab Walikota Semarang.

"Kami Pemerintah Kota terus berupaya untuk memberikan layanan terbaik bagi warga, salah satunya melalui event diskon berbagai merchant yang ikut dalam Semarang Great Sale kali ini," tandasnya.

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.