AKURAT.CO-SEMARANG Ekspor serpih porang asal Jawa Tengah (Jateng) akhirnya mampu menembus pasar China sejak Tiongkok membuka kembali kran impor porang.
Pemerintah Indonesia (Karantina Pertanian) dan Tiongkok (the General Administration of Customs of the People's Republic of China, GACC) menyepakati protokol tentang persyaratan inspeksi dan karantina untuk ekspor serpih porang kering akhir tahun 2022 lalu.
Kepala Karantina Semarang, Turhadi mengungkapkan bahwa Karantina Pertanian Semarang terus mendukung akselerasi ekspor dengan menerbitkan Phytosanitary Certificate sebagai jaminan kesehatan atas proses tindakan karantina. Juga terus berupaya melakukan pendampingan mulai dari hulu sampai hilir hingga komoditas tersebut siap ekspor ke negara tujuan.
Baca Juga: Karantina Pertanian Semarang Dorong Potensi Ekspor Lada
"Jateng menjadi salah satu sentra produksi porang. CV TMA merupakan salah satu eksportir serpih porang kering di Kota Semarang yang telah mendapat registrasi dari Tiongkok karena memenuhi pesyaratan administrasi dan teknis yang dipersyaratkan," jelas Turhadi, Jumat (11/8/2023).
Menurutnya, Serpih porang Jateng menjadi incaran pasar luar negeri dan diminati pasar Tiongkok sehingga meningkatkan harga jual porang. Hal ini memberikan nilai tambah bagi petani, dengan adanya kenaikan harga jual umbi porang kurang lebih 40 %.
Turhadi membuka data sistem otomasi perkarantinaan atau biasa disebut IQFAST tahun 2023, menunjukkan ekspor serpih porang kering Jateng mencapai 2.000 ton dengan nilai RP. 65 miliar. Dan dalam kurun waktu Mei sampai dengan Agustus 2023 diketahui frekuensi kegiatan ekspor sebanyak 24 kali.
Baca Juga: 2023, Ekspor Lada Jateng Meningkat
"Hal ini menjadi kesempatan istimewa dan kepercayaan yang diberikan GACC Tiongkok sehingga serpih porang kering kembali diekspor. Perlu dijaga dan ditingkatkan kualitas porang yang diekspor dan tetap menerapkan prosedur yang dipersyaratkan," tutur Turhadi.
Wirawan selaku pemilik CV TMA menjelaskan bahwa kapasitas produksi serpih porang mencapai 60 ton per hari.
"Saat ini kami sudah berinvestasi untuk hilirisasi serpih porang menjadi tepung glukomanan dan beras porang. Adapun proses hilirisasi ini akan dilaksanakan setelah protokol ekspor tepung disetujui dan ditandatangani Pemerintah Indonesia - Tiongkok," jelasnya.
Baca Juga: Sambangi Ponpes Bugen Al Iqton, Yoyok Sukawi Minta Doa PSIS Bisa di Posisi 4
Menurut Wirawan kebutuhan porang kini telah mendunia, bukan hanya untuk kebutuhan pangan tetapi sudah berkembang untuk bahan baku industri farmasi, kosmetik dan lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless


