Jateng

BINUS @Semarang Resmi Buka Program AI, Siapkan Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi

Arixc Ardana | 17 September 2026, 11:22 WIB
BINUS @Semarang Resmi Buka Program AI, Siapkan Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi
BINUS University memperluas akses pendidikan di bidang Artificial Intelligence dengan meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang

JATENG.AKURAT.CO, Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar teknologi masa depan. Pemanfaatannya telah masuk ke berbagai aktivitas organisasi, dunia industri hingga kehidupan masyarakat.

Perubahan tersebut ikut menggeser kebutuhan terhadap sumber daya manusia. Kemampuan menggunakan teknologi saja mulai dianggap belum cukup.

Generasi muda dituntut memahami bagaimana AI bekerja, mengolah data, membangun solusi, sekaligus mempertimbangkan aspek etika dalam penerapannya.

Menjawab kebutuhan itu, BINUS University memperluas akses pendidikan di bidang Artificial Intelligence dengan meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Kampus BINUS @Semarang, Rabu (16/9/2026), sekaligus menjadi bagian dari komitmen BINUS University dalam menyiapkan talenta digital Indonesia menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.

Program tersebut hadir dalam semangat AI Empowers @ BINUS, yang mendorong integrasi pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam ekosistem pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diarahkan menjadi pengguna berbagai perangkat AI. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai cara mengembangkan dan menerapkan teknologi tersebut secara strategis, etis, serta bertanggung jawab.

AI Mulai Mengubah Cara Organisasi Bekerja

Transformasi digital saat ini memasuki tahap yang berbeda. Organisasi tidak lagi hanya memindahkan proses kerja maupun layanan ke platform digital.

AI mulai dimanfaatkan untuk mengolah data, membantu pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas, hingga menciptakan pengalaman yang lebih relevan bagi pengguna.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap talenta digital ikut berubah.

BINUS University memandang mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata, baik dalam konteks bisnis, industri maupun masyarakat.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan penguasaan AI seharusnya tidak berhenti pada peningkatan kompetensi individu.

Menurutnya, kemampuan tersebut perlu diarahkan untuk melahirkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan Indonesia.

“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Bukan Sekadar Belajar Teknologi

BINUS University menilai pemilihan perguruan tinggi di tengah perkembangan teknologi tidak hanya berkaitan dengan jurusan yang dipilih.

Ekosistem pembelajaran juga menjadi bagian penting karena mahasiswa perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan profesi dan kebutuhan industri.

Karena itu, pembelajaran di bidang AI tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan aspek etika AI, komunikasi, kolaborasi hingga pemahaman bisnis.

Pembelajaran berbasis proyek serta kolaborasi dengan industri menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Mahasiswa didorong untuk menghadapi persoalan nyata, mengidentifikasi kebutuhan, mengolah data, mengevaluasi hasil, kemudian mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara bertanggung jawab.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Fostering and Empowering the Society, yang menjadi landasan BINUS University dalam menghadirkan pendidikan relevan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

BINUS @Semarang Fokus pada Transformasi Digital dan AI

Kehadiran program AI di Semarang sekaligus memperkuat posisi BINUS @Semarang sebagai Digital Transformation and AI Experience Campus.

Pendekatan ini menghubungkan pemahaman mengenai teknologi dengan pengalaman nyata dalam menerapkan AI untuk memperbaiki proses, menciptakan solusi serta menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Direktur Kampus BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan transformasi digital tidak semata-mata berkaitan dengan penggunaan teknologi baru.

Menurutnya, teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi manusia, bisnis dan masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperbaiki proses, menciptakan pengalaman yang lebih baik, dan memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan. Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, kami ingin mahasiswa tidak hanya mempelajari AI secara konseptual, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk mengembangkan dan menerapkannya secara nyata,” ujar Dr. Fredy.

Ia menambahkan, pengalaman menyelesaikan persoalan nyata menjadi salah satu bekal penting sebelum mahasiswa memasuki dunia profesional.

Mahasiswa perlu terbiasa memahami persoalan, menentukan kebutuhan, mengolah informasi, menguji solusi dan mengevaluasi dampak dari teknologi yang digunakan.

Kurikulum AI Dibangun secara Multidisiplin

Dari sisi akademik, Program Artificial Intelligence BINUS University dirancang menggunakan pendekatan multidisiplin.

Mahasiswa akan mendapatkan fondasi yang mencakup matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things (IoT) dan robotics.

Kombinasi tersebut ditujukan agar mahasiswa tidak hanya mengetahui cara menggunakan perangkat AI.

Mereka juga diharapkan mampu memahami mekanisme teknologi, mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi serta mempertimbangkan penerapannya dari sisi etika dan tanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., mengatakan tantangan generasi muda saat ini bukan lagi sekadar mengetahui keberadaan AI.

Hal yang lebih penting adalah mempersiapkan kemampuan untuk bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Dunia Kerja Butuh Talenta yang Bisa Mengubah AI Jadi Solusi

BINUS University juga melihat relevansi pendidikan AI dengan kebutuhan dunia kerja sebagai salah satu aspek penting.

Perusahaan saat ini membutuhkan talenta yang tidak hanya mampu mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI.

Kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan bisnis, bekerja dalam tim, berkomunikasi dan menerjemahkan teknologi menjadi solusi juga menjadi bagian dari kompetensi yang diperlukan.

Karena itu, mahasiswa mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan dunia industri melalui proyek dan kolaborasi.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi.

Ada faktor lain yang turut menentukan, seperti relevansi solusi, kesiapan organisasi, kemampuan penerapan dan manfaat yang dihasilkan.

Alumni BINUS: Kemampuan Beradaptasi Jadi Bekal Penting

Gambaran mengenai kebutuhan tersebut juga datang dari alumni BINUS University yang telah berkarier di bidang AI.

I Gusti Bagus Ramadha, alumni BINUS University yang kini bekerja sebagai AI Engineer di GDP Labs, menilai pengalaman mengerjakan proyek serta berinteraksi dengan dunia industri menjadi bekal penting dalam perjalanan karier.

Menurut Rama, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi semakin diperlukan.

“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting. Pengalaman belajar di BINUS membantu saya tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, serta menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan nyata,” ungkap Rama.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kompetensi AI tidak berdiri sendiri.

Penguasaan teknologi perlu dibarengi kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah serta kemauan untuk terus mengeksplorasi hal baru.

AI Diproyeksikan Menyentuh Berbagai Sektor

BINUS University menempatkan penguasaan AI bukan sekadar tambahan keterampilan teknis, tetapi sebagai pola pikir yang perlu dibangun mahasiswa.

Teknologi AI diproyeksikan terus berkembang dan digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari finansial, manufaktur, industri kreatif, pendidikan, layanan publik hingga kesehatan.

Karena itu, pemahaman mengenai AI dan transformasi digital menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang akan memasuki dunia profesional.

Peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan, industri, alumni dan generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai perkembangan AI, kompetensi yang dibutuhkan di masa mendatang serta peluang penerapannya dalam berbagai bidang.

Dengan semangat #AIverywhereInBINUS, BINUS University berharap kehadiran Program Artificial Intelligence dapat memperluas kesempatan generasi muda untuk menguasai teknologi masa depan.

Lebih dari sekadar mencetak pengguna AI, program tersebut diarahkan untuk membangun talenta yang mampu memahami proses transformasi digital, mengembangkan teknologi, menciptakan solusi dan menghadirkan dampak bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kemampuan tersebut diharapkan menjadi salah satu modal generasi muda untuk mengambil peran dalam percepatan transformasi digital dan perkembangan teknologi di Indonesia.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.