Jateng

Ubah Distraksi Jadi Konten Positif, IRRA Nyatnyono Bekali Gen Z Ilmu Ngaji Digital di Bulan Ramadhan

Theo Adi Pratama | 24 Februari 2026, 18:02 WIB
Ubah Distraksi Jadi Konten Positif, IRRA Nyatnyono Bekali Gen Z Ilmu Ngaji Digital di Bulan Ramadhan
Foto ilustrasi Ngaji Digital

JATENG.AKURAT.CO, Bulan Ramadhan tahun ini, sebuah organisasi pemuda di Ungaran punya cara berbeda buat menyambutnya.

Ikatan Remaja Roudlotul Abidin (IRRA) yang berada di bawah naungan Yayasan Roudlotul Abidin Blanten, Nyatnyono, Ungaran Barat, lagi gencar-gencarnya mempromosikan konsep Ngaji Digital buat generasi muda—khususnya Generasi Z yang katanya susah dilepasin dari gawai.

Nah, buat yang belum tahu, Ngaji Digital itu adalah metode belajar agama Islam memanfaatkan platform teknologi seperti video pendek, desain grafis, dan sesi ngaji online.

Baca Juga: Apresiasi Karya Jurnalistik, Pupuk Indonesia Umumkan 36 Pemenang PIMA 2025 Senilai Ratusan Juta Rupiah

IRRA melihat ini sebagai peluang besar, bukan ancaman. Mereka percaya, kalau disikapi dengan bijak, teknologi justru bisa jadi wasilah (jalan) dakwah yang efektif buat anak muda yang hidupnya udah nggak bisa dipisahin dari internet.

Konsep ini sekaligus jawaban atas tantangan zaman: gimana caranya bikin Ramadhan tetap bermakna di tengah gempuran konten digital yang seringkali ngalihin perhatian dari ibadah.

Menurut koordinator kegiatan Ramadhan IRRA, Dewinta Kumalasari, di tengah perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda—khususnya Generasi Z—menghadapi tantangan sekaligus peluang dalam memaknai bulan Ramadhan ini secara lebih relevan dan kontekstual.

Dewinta Kumalasari yang akrab disapa Lala, mengatakan, generasi Z yang tumbuh di era digital memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan teknologi informasi.

Baca Juga: Dari Iron Man ke Disney Adventure: Robert Downey Jr. Ditunjuk Jadi Godparent Kapal Pesiar Terbaru Disney

Hal ini menjadi tantangan tersendiri, karena distraksi digital seperti media sosial, game, dan konten hiburan dapat mengurangi kekhusyukan ibadah Ramadhan.

"Namun di sisi lain, teknologi juga membuka peluang besar untuk memperluas syiar Islam secara kreatif, inovatif, dan berdampak luas. Ramadhan mengajarkan nilai-nilai penting seperti pengendalian diri, empati sosial, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama," kata Lala di Blanten, Ungaran Barat, Selasa (24/02/2026).

Lala menambahkan, nilai-nilai ini sangat relevan untuk memperkuat karakter Generasi Z agar tidak terjebak dalam arus individualisme dan konsumtivisme digital.

"Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang adaptif agar pesan-pesan Ramadhan dapat tersampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka," imbuh Lala yang masih tercatat sebagai mahasiswa STEKOM Semarang.

Untuk mewadahi generasi Z, IRRA melakukan pelbagai aktifitas syiar Islam khususnya di bulan Ramadhan dengan memanfaatkan platform digital.

Diantaranya produksi konten dakwah kreatif, seperti video pendek, dan desain grafis bertema Ramadhan, serta ngaji digital.

Lebih lanjut dikatakan Lala, dalam waktu dekat, IRRA akan menggelar seri ngaji digital bertajuk "Gen Z, Teknologi Informasi: Tantangan dan Peluang", di aula masjid Roudlotul Abidin.

Lala meyakini, generasi Z memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu mengemas nilai-nilai Islam secara modern tanpa kehilangan esensi ajarannya.

"Melalui momentum Ramadhan ini, IRRA berharap Generasi Z dapat menjadikan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat ukhuwah, serta menyebarkan kebaikan secara lebih luas dan berkelanjutan," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.