Rintisan Kampung Tematik Lele Ramah Lingkungan di Kembangarum: Kolaborasi Kampus untuk Pemberdayaan Masyarakat

JATENG.AKURAT.CO, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan Universitas AKI (UNAKI) melalui program hibah Pemberdayaan Wilayah (PW) dari Ristek Dikti, merintis Kampung Tematik Lele (KATELE) Ramah Lingkungan Berteknologi Digital berbasis Blue Economy di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat.
Program ini hadir sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong praktik ramah lingkungan berbasis teknologi
Dalam kegiatan ini seluruh program didanai oleh DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), pada Pemberdayaan Wilayah (PW) tahun 2025, dengan nomor kontrak: 123/C3/DT.04.00/PM/2025; 035/LL6/PL/AL.04/2025; 13/SP2H/LPPMUPGRIS/PPM/V/2025.
Program ini diketuai oleh Dr. Rizky Muliani Dwi Ujianti, M.Si, juga melibatkan Slamet Budi Raharjo, ST, M.T. dan Noora Qotrun Nada, S.T., M.T. dari UPGRIS, serta berkolaborasi dengan Mohamad Fajarianditya Nugroho, M.Kom dari UNAKI.
Ketua Tim Pengabdi, Dr. Rizky Muliani Dwi Ujianti, M.Si., menjelaskan bahwa implementasi program telah diwujudkan melalui penyediaan berbagai sarana.
Mulai dari kolam ikan lele beserta perlengkapannya, benih lele, budidaya jamur tiram, kincir air aerasi oksigen berbasis tenaga surya (PLTS), serta ruang display UMKM.
"Seluruh fasilitas tersebut kini sudah berjalan dan berfungsi dengan baik, sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif masyarakat," paparnya.
Sementara, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS, Prof. Dr. Wiyaka, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi kampus dengan masyarakat. Harapannya, program ini tidak hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan, Lurah Kembangarum, Unggul Didi Setiawan, S.E., M.M.
Pihaknya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan wilayah.
“Kami menyambut baik hadirnya KATELE di Kembangarum. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam mengembangkan potensi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Dengan adanya program ini, Kembangarum diharapkan dapat berkembang menjadi contoh rintisan kampung tematik yang inovatif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi biru (blue economy).
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD




