Majukan Pendidikan, Pemkot Semarang Tingkatkan Literasi dan Numerasi Guru Bersama Tanoto Foundation

JATENG.AKURAT.CO, Akan ada banyak pelatihan terkait literasi dan numerasi yang akan diadakan oleh Tanoton Foundation bagi kalangan guru di Kota Semarang.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bambang Pramusinto pada Kamis malam (13/3/2025) saat menghadiri FGD upaya pengembangan literasi dan numerasi guna menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan tema "Kolaborasi Media Dalam Membangun Kesadaran Publik Tentang literasi dan Numerasi".
"Kami nanti menggandeng berbagai 'stakeholder', salah satunya Tanoto Foundation," kata Bambang.
Tak hanya pelatihan, pihaknya bersama Tanoto juga membuat platform bernama Pemuda Hebat untuk merilis perkembangan literasi dan numerasi secara "real-time" di Kota Semarang.
Menurut dia, platform tersebut bisa menjadi gambaran atau referensi bagi Dinas Pendidikan dan kalangan guru untuk mengetahui bagaimana kondisi terakhir literasi dan numerasi dalam peta pendidikan.
"Kalau literasi numerasi untuk level SD dan SMP itu masih berkisar 70-85 sehingga masih ada ruang yang harus dikejar supaya semakin tinggi," kata Bambang.
Java Regional Lead Tanoto Foundation Medi Yusva menjelaskan bahwa pihaknya sebagai lembaga filantropi yang fokus terhadap pengembangan pendidikan berupaya membantu mengadakan pelatihan bagi guru.
Kemudian, membuat platform yang akan memudahkan pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan, keputusan, atau tindakan karena semuanya berbasiskan data.
"Kami memperkuat fasilitator yang ada di Kota Semarang. Skor literasi dan numerasi di Indonesia masih sangat rendah, baik di sekolah maupun masyarakat," katanya.
Karena itu, kata dia, Tanoto Foundation memiliki sejumlah agenda, salah satunya terkait pengasuhan dan stimulasi dini bahwa semua anak kelas III SD harus memiliki kecakapan dasar literasi dan numerasi.
Sementara itu, Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation Rohmadi Purwono telah melatih guru-guru untuk membuat buku cerita berkonten muatan lokal dengan bantuan artificial intelligence (AI).
"Banyak guru kesulitan membuat atau menggambar ilustrasi. Makanya, cerita itu dituliskan, kemudian AI akan membantu mengilustrasikan cerita yang dibuat," kata guru SD Negeri Sadeng 02 Semarang itu.
Pendampingan dilakukan selama satu bulan melalui pertemuan secara langsung atau "offline", dan sampai saat ini telah dihasilkan 44 buku cerita yang sudah dipublikasi di perpustakaan digital Perpusda Kota Semarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 7Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








