Jateng

Happy Parenting, Upaya Membentuk Pengasuhan Menyenangkan Bagi Anak Usia Dini

Theo Adi Pratama | 3 Juli 2024, 21:51 WIB
Happy Parenting, Upaya Membentuk Pengasuhan Menyenangkan Bagi Anak Usia Dini

 

JATENG.AKURAT.CO, Usia dini anak atau usia emas menjadi periode penting dalam tumbuh kembang anak tersebut. Di usia inilah karakter, bakat, dan minat anak akan tumbuh.

Dari sini, tanggungjawab orang tua dalam membesarkan anak menjadi wajib hukumnya dan tidak bisa diwakili oleh sekolah ataupun guru.

Anang Budi Utomo selaku Anggota DPRD Kota Semarang mengatakan inti happy parenting adalah bagaimana pengasuhan orang tua terhadap anak yang masih berusia dini berada dalam suasana menyenangkan.

Baca Juga: Manfaat Happy Parenting, Ini Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang

“Happy Parenting, jadi bagaimana membuat agar pengasuhan orang tua terhadap anak dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya dalam FGD Happy parenting yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang di SDN Peterongan pada Rabu (3/7/2024).

Anang mengatakan saat ini yang sering terjadi adalah para orang tua masih kerap membentak anak.

“Nah yang sering terjadi orang tua sering memarahi dan memaksakan kehendak terhadap anak,” ungkapnya.

Baca Juga: Mudah Diakses, Yuk Coba Kunjungi Pantai Watu Gajah di Kabupaten Rembang, Banyak Spot Selfie Disana

Jadi Anang ingin orang tua bisa mengasuh anak usia dini ini dengan pengasuhan positif. Termasuk dalam hal ini adalah peran orang tua dalam penanganan stunting.

“Kemudian happy parenting juga mencegah kekerasan terhadap anak dari orang tua atau orang dewasa lainnya,” jelasnya.

Pada akhirnya Anang meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk melakukan edukasi kepada para orang tua tersebut.

Baca Juga: Pertamax Turbo Dongkrak Performa Pembalap Rally di Kejurnas Putaran Ketiga Semarang

“Maka kami minta Dinas Pendidikan untuk melakukan edukasi kepada para orang tua agar bisa melakukan pengasuhan yang menyenangkan untuk anak usia dini,” jelasnya.

“Dampak membentak anak itu negative, membuat anak tidak bisa mengekspresikan diri,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.