Jateng

Merayakan 34 Tahun Teater Gema UPGRIS, Lahirkan Ribuan Karya Seni dan Tokoh Nasional

Arixc Ardana | 7 Februari 2024, 09:43 WIB
Merayakan 34 Tahun Teater Gema UPGRIS, Lahirkan Ribuan Karya Seni  dan Tokoh Nasional

AKURAT.CO, Perayaan yang meriah dan penuh inspirasi mengiringi ulang tahun ke-34 Teater Gema Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Sebuah perjalanan yang telah melahirkan ribuan karya seni dan tokoh nasional, memperkaya dan menginspirasi dunia teater Indonesia.

Sejumlah acara menarik, mulai dari pementasan drama hingga peluncuran buku, menghiasi perayaan milad teater kampus yang telah berdiri sejak tahun 1990 itu.

Baca Juga: Memastikan Kesuksesan Lulusan, UPGRIS Siapkan Sertifikat Kompetensi dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Acara dimulai dengan Teatrikal Tumpeng yang mengawali rangkaian perayaan di Halaman Parkir Gedung Balairung UPGRIS.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rahmat, yang juga merupakan salah satu pendiri Teater Gema, turut serta dalam pemotongan tumpeng simbolis tersebut.

Tumpeng diserahkan kepada Wildan Aulia Kiwil, Ketua Teater Gema saat ini, sebagai wujud penghormatan dan penyemangat bagi perjalanan panjang Teater Gema.

"Ini merupakan perayaan sederhana dari kami sebagai refleksi sekaligus penyemangat Teater Gema dalam berkarya," ungkap Ahmad Ripai, Pembina Teater Gema UPGRIS, yang turut memeriahkan acara.

Rangkaian perayaan dilanjutkan dengan peluncuran buku berjudul '34 Puisi Untuk Gema 34 Tahun'.

Buku ini menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kontribusi para anggota Teater Gema dalam mengabadikan perjalanan mereka melalui karya sastra.

Tiga penulis buku puisi tersebut, Tegsa Teguh Satrio, Ramadhan Kaff, dan Setia Naka Andrian, hadir untuk membedah karya-karya mereka.

Acara juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi berjudul 'Kopi 5 K Saja' yang dibawakan oleh Nalendra Ajib Afisaputra dari Komunitas Rumah Kita (Koruki) Demak.

Sebuah penampilan yang memperlihatkan semangat dan keberagaman para anggota Teater Gema serta jalinan keakraban antargenerasi, mengingat Nalendra adalah putra dari salah satu senior Teater Gema.

Puncak acara perayaan adalah dua pertunjukan teater yang memukau penonton. Pertama, naskah lakon berjudul 'Ojo Dipekso' karya Gebah, seorang anggota baru Teater Gema, berhasil menghibur penonton dengan cerita yang menghanyutkan.

Sementara itu, pementasan berjudul 'Firasat' karya Tegsa Teguh Satrio dengan sutradara Ahmad Sofyan Hadi, berhasil mengguncang tawa para penonton dengan jalan cerita yang segar dan penuh humor.

"Perayaan ulang tahun kali ini merupakan momen silaturahmi bagi keluarga Teater Gema dan juga sebagai sarana perekat pelaku teater di Kota Semarang," ungkap Kiwil dengan antusias.

Tidak kurang dari 500 penonton dari berbagai latar belakang turut menjadi saksi perayaan bertambahnya usia Teater Gema.

Mereka berasal dari beragam kalangan, mulai dari para pelaku teater hingga penikmat seni dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Semuanya berkumpul dalam satu kesatuan untuk merayakan perjalanan panjang dan prestasi gemilang Teater Gema.

Dengan semangat yang terus berkobar dan dedikasi yang tidak pernah padam, Teater Gema UPGRIS siap melangkah ke depan menuju perjalanan baru yang penuh dengan karya-karya inspiratif dan inovatif.

Perayaan ulang tahun yang ke-34 ini menjadi momentum penting untuk mengingat dan memperkuat ikatan kebersamaan serta semangat berkarya bagi seluruh anggota dan pendukung Teater Gema.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.