Jateng

Memastikan Kesuksesan Lulusan, UPGRIS Siapkan Sertifikat Kompetensi dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Arixc Ardana | 24 Januari 2024, 09:21 WIB
Memastikan Kesuksesan Lulusan, UPGRIS Siapkan Sertifikat Kompetensi dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

AKURAT.CO, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Sri Suciati MHum, telah menegaskan komitmennya untuk memastikan kesuksesan lulusan dengan memberikan sertifikat kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi (LSP) kampus.

Langkah ini diambil untuk memberikan peluang lebih besar kepada para lulusan dalam menghadapi tantangan di dunia industri dan kerja yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikannya dalam upacara Wisuda ke-76 UPGRIS yang diikuti 800 wisudawan di Balairung Kampus I Sidodadi Semarang, Selasa 23 Januari 2024.

Baca Juga: Menapaki Jalan Profesi Guru, Rektor UPGRIS: Fokus pada Tujuan dan Kelulusan Raih Sertifikat Profesi

Dalam acara pelepasan wisudawan tersebut, Rektor Sri Suciati mengungkapkan bahwa UPGRIS saat ini sedang fokus menyiapkan 14 skema sertifikasi untuk melengkapi program studi yang ada.

Rencananya, skema-skema sertifikasi tersebut diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

"Kami sudah memiliki 5 skema, dan saat ini sedang disiapkan 14 skema sertifikasi. Para aksesornya juga sudah dipersiapkan dan telah mengikuti pelatihan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 800 mahasiswa dari berbagai program studi dilepas sebagai lulusan UPGRIS.

Menariknya, lulusan-lulusan ini dinilai telah sepenuhnya menjalani proses kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Mereka rata-rata sudah mengikuti MBKM, artinya mereka telah menjalani magang, beberapa di antaranya juga terlibat dalam program kampus mengajar, pertukaran mahasiswa, dan program MBKM lainnya," tambah Rektor.

Rektor Sri Suciati juga menekankan bahwa UPGRIS tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga mempersiapkan lulusan dengan berbagai kegiatan tambahan.

Salah satu aspek penting adalah pembekalan pengetahuan dan pemahaman terkait kesiapan memasuki dunia industri dan dunia kerja.

"Kami berharap mereka benar-benar siap menghadapi dunia kerja, dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka peroleh selama kuliah," ungkapnya.

Keunikan pada acara pelepasan kali ini adalah kehadiran satu lulusan dari program studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris yang berasal dari Libya.

Ini menunjukkan komitmen UPGRIS dalam menerima mahasiswa asing, yang merupakan hasil dari kerja sama dengan relasi dan perguruan tinggi luar negeri.

Dengan berbagai upaya ini, UPGRIS memberikan kontribusi nyata dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis tetapi juga kesiapan dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

"Kami juga membuka kesempatan bagi mahasiswa asing untuk menimba ilmu di UPGRIS, ada banyak kerjasama yang sudah kami lakukan bersama pihak ketiga atau pun universitas di luar negeri. Kami juga membuka program Darmasiswa, yang diperuntukkan bagi mahasiswa asing yang ingin belajar di Indonesia, khususnya di UPGRIS," tambahnya.

Disisi lain terkait profesi guru, Rektor juga mengajak para lulusan kependidikan yang benar-benar sudah memantapkan diri untuk menjadi pengajar atau guru, untuk segera melanjutkan ke program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

"Pendidikan adalah pondasi utama pembangunan bangsa. Untuk itu, kami mengajak para lulusan yang benar-benar sudah memantapkan diri dan memiliki hasrat untuk berkontribusi di dunia pendidikan agar segera melanjutkan ke Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)," ujar Sri Suciati dengan penuh semangat.

Rektor menekankan pentingnya memiliki pendidik yang berkualitas dalam membentuk generasi muda.

Dengan melanjutkan ke PPG, para lulusan dapat memperoleh bekal, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pendidik yang profesional.

Program ini dirancang khusus untuk mengembangkan kompetensi pendidikan dan membekali calon guru dengan metode pengajaran terbaru.

"Saat ini, dunia pendidikan membutuhkan para guru yang tidak hanya memiliki pengetahuan dalam bidang akademis, tetapi juga kemampuan untuk mengelola kelas, berkomunikasi dengan efektif, dan membimbing siswa menuju keberhasilan. Melalui PPG, para lulusan dapat mengasah kemampuan tersebut dan menjadi bagian dari penggerak perubahan di dunia pendidikan," tambahnya.

Langkah ini dianggap sebagai upaya konkret UPGRIS dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan mendorong para lulusan untuk menjadi pendidik profesional, universitas berharap dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas dalam membentuk karakter dan pengetahuan siswa di berbagai tingkatan pendidikan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.