Jateng

Lantik Jajaran Pengurus Ormawa Lemawa, UPGRIS Tegaskan Peran Penting Organisasi Kemahasiswaan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

Arixc Ardana | 3 Januari 2024, 14:07 WIB
Lantik Jajaran Pengurus Ormawa Lemawa, UPGRIS Tegaskan Peran Penting Organisasi Kemahasiswaan dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan

AKURAT.CO SEMARANG, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali memperkuat peran lembaga dan organisasi kemahasiswaan sebagai pilar utama dalam kemajuan perguruan tinggi tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum, saat melantik pembina dan pengurus lembaga serta organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut, pada Rabu 3 Januari 2024.

Rektor menyatakan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki kontribusi yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan reputasi perguruan tinggi.

Baca Juga: Ketahanan Pangan dan Inovasi Teknologi: Sorotan Utama dari Seminar FTI UPGRIS

Semua organisasi mahasiswa, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menjadikan UPGRIS sebagai universitas terbaik di tingkat universitas PGRI se-Indonesia.

Pergantian kepengurusan dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi kemahasiswaan.

"Kami berharap agar era kepengurusan baru mampu menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab," terangnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya yang telah menunjukkan kinerja baik dalam menjalin kolaborasi, baik antarpengurus maupun dengan dosen serta mahasiswa lain di kampus.

Proses pergantian kepengurusan dianggap sebagai bagian dari upaya membangun proses demokrasi yang baik di lingkungan kampus.

Rektor turut memberikan apresiasi khusus kepada jajaran wakil rektor hingga dekan, yang dinilai telah memberikan dukungan dan pendampingan maksimal kepada pengurus organisasi mahasiswa.

"Organisasi mahasiswa memiliki peran sebagai jembatan bagi mahasiswa dalam mengembangkan soft skill, sehingga mampu melengkapi kemampuan hard skill yang diperoleh dalam proses perkuliahan," terangnya.

Kemampuan ini dianggap sangat penting karena dapat membantu mahasiswa menentukan masa depan sedini mungkin.

Dengan memberikan fokus pada pengembangan soft skill, UPGRIS ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang dalam disiplin ilmu (hard skill) tetapi juga dalam aspek kehidupan sehari-hari.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor III UPRGSI, Dr Sapto Budoyo MH, ditegaskan bahwa pihak universitas akan terus memfasilitasi, agar organisasi kemahasiswaan dapat menjadi wadah bagi pengurus maupun mahasiswa untuk berprestasi baik di dalam atau di luar akademik.

Ini mencakup pengembangan soft skill sebagai bagian integral dari pendidikan di UPGRIS.

Baca Juga: Rektor UPGRIS Apresiasi Upaya Wali Kota Semarang Entaskan Kasus Stunting

Dengan langkah-langkah ini, UPGRIS tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan mutu akademik tetapi juga untuk memastikan bahwa mahasiswa memiliki bekal keterampilan tambahan yang dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat pada umumnya.

"Organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif dan meningkatkan soft skill mahasiswa UPGRIS," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga turut dilantik para pembina dari 31 ormawa lemawa di lingkungan UPGRIS.

Diantaranya pembina UKM Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), Rebana, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Teater Mahasiswa, Sinematografi Mahasiswa, Kajian Ilmu Apresiasi Sastra, Lembaga Pers Mahasiswa, Kajian Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa, Paduan Suara, Racana Putra - Putri, Koperasi Mahasiswa hingga Korps Sukarela.

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.