Cara Unik SDN Sendangmulyo 02 Semarang Cegah Bullying di Sekolah, Gunakan Program Galon Penampungan, Apa Itu?

AKURAT.CO SEMARANG, SDN Sendangmulyo 02 Semarang mempunyai cara unik untuk mencegah aksi bullying di sekolah.
Caranya dengan menerapkan program Galon Penampungan, untuk mencegah kasus bullying di sekolah tersebut, apa itu?
Program Galon Penampungan merupakan hasil dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Program Kepala Sekolah Inovator hasil pendampingan Tanoto Foundation di SDN Sendangmulyo 02 Semarang.
Kepala Sekolah SDN Sendangmulyo 02 Semarang Dasimah mengatakan bahwa Program Galon Penampunga, menjadi upaya untuk mencegah kasus bullying atau perundungan di sekolah tersebut.
Dalam aplikasinya, program tersebut cukup mudah.
Pihak sekolah menyediakan dua galon, dengan Galon A, berisi catatan perundungan yang dialami baik sebagai korban, saksi maupun pelaku.
Sementara di Galon B berisi mengenai harapan yang diinginkan terkait upaya yang harus dilakukan untuk mencegah bullying, agar tercipta zona bebas perundungan.
Modelnya berbeda tiap kelasnya, seperti kelas 1 hanya mencentang saja gambar yang disediakan. Kelas 3 ke atas berbeda lagi dengan menulisnya,” papar Dasimah, saat ditemui, Senin 23 Oktober 2023.
"Di sekolah kami tidak ada kasus berat terkait perundungan. Program ini muncul karena nilai Rapor Pendidikan kami pada iklim keamanannya mengalami penurunan dari yang sebelumnya 82,67 persen di 2022 menjadi 80,68 persen di 2023," katanya.
Atas dasar tersebut, lanjut Darsimah, pihaknya masif melakukan beragam upaya untuk menggenjot agar iklim keamanan sekolah naik dengan sebelumnya melakukan kampanye bersama.
Baca Juga: Berikut Cara Hapus Akun Instagram Baik Sementara, Permanen Maupun Buat yang Lupa Pasword
Termasuk dengan mengajak orang tua murid, komite sekolah dan paguyuban untuk masuk ke masing-masing kelas dan memberikan sosialisasi agar siswa tidak melalukan bullying.
“Siswa-siswi ini akan menjadi kader atas inisiatif sendiri. Kami sangat terbuka dengan anak-anak berdasarkan kesepakatan bersama. Harapannya anak-anak ini jadi duta, menyuarakan stop perundungan, stop bullying di sekolah. Kami juga sosialisasi kepada orang tua, dan masyarakat di lingkungan tinggal,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Dasimah sekolah ini juga membuat Program Aku PEKA (Peduli Empati Kasih Sayang), yang di dalamnya diambil dua siswa-siswi dari program Galon Penampungan yang menjadi duta anti perundungan.
"Jadi selain program Galon Penampungan, dalam penerapan Project P5 Kepala Sekolah Inovator di SDN Sendangmulyo 02 juga diterapkan Program Pelatihan Literasi Numerasi atau Platinum, serta Program Aku PEKA (Peduli Empati Kasih Sayang)," terangnya.
Sementara, Sasmoyo Hermawan, selaku Training Specialist Tanoto Foundation, menjelaskan bahwa Kepala Sekolah Inovator merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan tupoksi kepala sekolah sebagai inovatornya.
"Ada 28 sekolah baik SD dan SMP yang ada di Semarang yang menerapkan Kepala Sekolah Inovator ini, yang terdiri dari 12 SD dan 16 SMP," terangnya.
Ada tiga pilihan projek yang dapat dipilih oleh sekolah yang didampingi yakni Perpustakaan Hibrida, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan Penerapan Pembelajaran Terdiferensiasi.
"Mayoritas untuk sekolah jenjang SD memilih projek P5, sedangkan tingkat SMP memilih Perpustakaan Hibrida," kata Sasmoyo.
Sasmoyo Hermawan mengatakan, Program Kepala Sekolah Inovator yang dilakukan oleh Tanoto Foundation lanjutnya, berisi berbagai hal dari pelatihan, pendampingan dan ada juga subsidi untuk mendukung sekolah dasar mencapai Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) dan Kurikulum Merdeka.
Baca Juga: Jadi Sorotan Beda Sikap Presiden Jokowi, Sebelum dan Sesudah Pencalonan Gibran jadi Cawapres Prabowo
“Harapan setelah mengimplementasikan projek pelatihan, kepala sekolah semakin tertantang untuk melakukan inovasi program lainnya secara mandiri di sekolah masing-masing,” tandasnya.
Sementara itu, Subkor Kurikulum SD, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Agus Sutrisno menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik program yang diberikan oleh Tanoto Foundation yang sangat membantu mendukung para guru dan kepala sekolah.
“Teman-teman guru dan kepala sekolah sangat menyambut gembira. Output selama tahun ketiga yang menjadi binaan Tanoto Foundation, membuat pemahaman kurikulum merdeka kian dipahami. Harapannya program bisa terus dilakukan kembali, karena dampak yang luar biasa bagus,” harapnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










