UNNES Kukuhkan Enam Profesor Baru, Rektor: Kepakaran Perlu Pengakuan Publik

AKURAT.CO SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali mengukuhkan enam profesor baru.
Mereka adalah para ilmuwan yang karya dan hasil inovasinya telah diakui secara nasional dan internasional.
Keenam profesor tersebut adalah Prof. Dr. Dr. Wardono, M.Si. (FMIPA), Prof. Dr. Sugianto, M.Si. (FMIPA), Prof. Dr. Harry Pramono, M.Si. (FIK), Prof. Dr. Lisdiana, M.Si. (FMIPA), Prof. Dr. Hari Bakti Mardikantoro, M.Hum. (FBS), dan Prof. Dr. Tjaturahono Budi Sanjoto, M.Si. (FISIP).
Baca Juga: Ikuti Pertukaran Pelajar, Mahasiswa UNNES Pelajari Isu Lingkungan di Amerika
Dengan bertambahnya enam profesor tersebut, UNNES genap memiliki 124 profesor dari berbagai bidang.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si., bangga atas bertambahnya guru besar di kampus berwawasan konservasi itu.
“Ini adalah bagian dari komitmen UNNES dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi,” ungkap S Martono.
Baca Juga: Ingin Menyewa Fasilitas Olahraga dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Solo, Ini Caranya!
Para profesor diharapkan terus mengukuhkan kepakarannya. Menurutnya, kepakaran ilmuwan memiliki dua elemen yaitu elemen kompetensi dan pengakuan publik.
Kompetensi berkaitan dengan pengetahuan dan keahlian khusus yang dimiliki seseorang dalam bidang pekerjaan atau keilmuan tertentu.
Adapun pengakuan publik berkaitan dengan keberterimaan atas keahlian yang dimiliki tersebut.
Baca Juga: Mengenal Kampung Batik di Solo, Kampung yang Penuh Sejarah dan Kreativitas Tinggi
“Dua dimensi tersebut tidak bisa saling terpisah satu sama lain. Oleh karena itu, selain terus meningkatkan kompetensi, kita juga terus mengokohkan publik melalui karya-karya yang bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” katanya, Jum'at (20/10/2023).
Enam profesor yang dikukuhkan UNNES memiliki latar belakang kelimuan yang beragam.
Prof. Wardono merupakan pakar pembelajaran matematika yang telah diakui luas.
Baca Juga: Berikut Jadwal Film di Bioskop Kota Semarang Hari Jumat 20 Oktober 2023
Ia terus terus berinovasi agar membuat matematika menjadi asyik, mudah, menyenangkan, namun tetap bermakna.
Kepakaran ini diakui luas sehingga ia sering diundang dalam workshop dan pelatihan guru. Ia juga produktif menulis puluhan artikel di jurnal bereputasi.
Prof. Dr. Sugianto, M.Si. dikenal sebagai sosok peneliti yang kritis dan produktif. Puluhan penelitian berhasil ia publikasikan.
Baca Juga: Berikut 7 Penyebab Seseorang Bisa Terkena Osteoporosis dan Cara Mengatasinya
Dalam penelitiannya, Prof. Sugianto berfokus pada fabrikasi atau sintesis material semikonduktor wide bandgap berbasis gallium nitrida dan zinc oksida, mempelajari sifat-sifatnya, dan menyimpulkan potensi aplikasinya.
Prof. Dr. Harry Pramono merupakan ahli pendidikan jasmani.
Ia menginisiasi pembelajaran berbasis case method dan problem based learning yang terbukti efektif dalam pengembangan pemikiran kritis, analitis, dan sesuai dengan kondisi di masyarakat.
Baca Juga: Berikut Prakiraan Cuaca Kota Salatiga yang Berlaku Hingga Sabtu 21 Oktober 2023 Pukul 07.00 WIB
Namanya juga dikenal luas, antara lain dipercaya sebagai Ketua Forum Dekan Bidang Olahraga se-Indonesia (2012-2015), dan Ketua Ikatan Sarjana Olahraga se-Jawa Tengah (2011-2015).
Prof. Dr. Lisdiana, M.Si. merupakan ahli ilmu anatomi dan fisiologi yang fokus mempelajari addict recovery.
Salah satu inovasinya adalah menemukan pemanfaatan kandungan vitamin C dan antioksidan pada kulit rambutan sebagai agen pengeliminir kerusakan organ akibat nikotin, khususnya paparan asap rokok dan vape.
Baca Juga: Kunjungan Pastoral Care di Panti Jompo Wredha Rindang Asih, Bentuk Perhatian Kaum Muda Pada Lansia
Ia berharap temuannya dapat membantu me-recovery kerusakan organ pada para pecandu.
Prof. Dr. Hari Bakti Mardikantoro. merupakan profesor ilmu sosiolinguistik.
Sebagai ahli bahasa ia tertarik mempelajari permasalahan kebahasaan di Indonesia yang unik dengan latar belakang penuturnya yang multilingual dan multikultural.
Menurutnya, bahasa memiliki peran penting karena merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus jadi alat pemersatu bangsa.
Prof. Dr. Tjaturahono Budi Sanjoto adalah ahli penginderaan jauh ini memberikan sumbangsih karya berbagai buku dan artikel jurnal nasional dan internasional.
Produk inovasinya, Stereoskup Cermin Geolab STK RPK-018 dengan 30 kali perbesaran, telah memperoleh hak paten sederhana.
Ia menaruh perhatian khusus pada kajian geografi lingkungan dalam penanganan mangrove di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini







