Optimalisasi Pertanian Sayur, UNNES dan Mitra Bentuk Kelompok Usaha Bersama di Kopeng

JATENG.AKURAT.CO, Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM Edelweis Merbabu di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Pembentukan KUB ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi (PMKI) bertajuk “Optimalisasi Sektor Pertanian Sayur sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.”
Sosialisasi program diikuti oleh pemerintah desa, kelompok tani, serta perwakilan masyarakat setempat. Ketua pelaksana dari masing-masing perguruan tinggi adalah Prof. Dr. R. Benny Riyanto, M.Hum. (UNNES), Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. (UM), dan Dr. Bara Yudhistira, S.TP., M.Sc. (UNS), dengan dukungan tim dosen UNNES yaitu Prof. Dr. Suci Hatiningsih DWP, Prof. Dr. Widya Hary Cahyati, Sunyoto, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Isti Hidayah, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hary menekankan pentingnya penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) serta diversifikasi produk olahan untuk meningkatkan daya saing.
Dr. Bara dari UNS menyampaikan materi tentang peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, sementara Prof. Suci dari UNNES menjelaskan strategi manajemen kelembagaan, sertifikasi produk, hingga pelatihan pemasaran.
Prof. Benny Riyanto menyampaikan bahwa terbentuknya KUB UMKM Edelweis Merbabu menjadi langkah penting bagi Desa Kopeng.
“Kami berharap KUB ini tidak hanya menguatkan ekonomi masyarakat melalui olahan hasil tani kentang, tetapi juga menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya KUB UMKM Edelweis Merbabu yang diketuai oleh Joko Susilo melalui SK Kepala Desa Kopeng Nomor 400/019/2025.
KUB ini mewadahi perwakilan dari sembilan dusun di Desa Kopeng dan berfokus pada pengolahan hasil tani kentang sebagai produk unggulan lokal.
Kepala Desa Kopeng, Rebo Sarwoto, menyambut baik program ini. “Kami sangat berterima kasih atas pendampingan dari UNNES dan perguruan tinggi mitra. Semoga KUB ini bisa membawa manfaat nyata bagi warga Desa Kopeng, khususnya petani kentang,” ujarnya.
Adapun target pengembangan yang telah disepakati meliputi penyediaan mesin perajang kentang, alat penggorengan, mesin spinner, dan mesin wrapping.
Tim juga memberikan pelatihan pembuatan aneka keripik, desain kemasan yang siap didaftarkan, merek dagang, legalitas Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta strategi pemasaran offline maupun online.
Ke depan, KUB UMKM Edelweis Merbabu diharapkan menjadi motor penggerak branding Desa Kopeng berbasis hasil tani kentang.
Dengan dukungan TTG, pendampingan perguruan tinggi, serta keterlibatan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas ekonomi dan sosial warga, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







