Jateng

Ini Kunci Penulisan Jurnal Ilmiah agar Lolos Publikasi Internasional

Theo Adi Pratama | 4 September 2023, 12:21 WIB
Ini Kunci Penulisan Jurnal Ilmiah agar Lolos Publikasi Internasional

AKURAT.CO SEMARANG - Penulisan dalam publikasi ilmiah seorang dosen, mahasiswa atau peneliti harus subtantif, dalama artian detail, rinci, dan mendalam.

Hal tersebut ditegaskan Prof Dr Irwansyah SH MHum dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dalam seminar publikasi jurnal ilmiah bertajuk 'strategi pengelolaan jurnal dan peningkatan kualitas publikasi internasional', yang digelar Prodi Magister Ilmu Hukum Unissula Semarang.

”Tulisan jurnal yang bagus harus fokus pada satu masalah, juga harus berpedoman pada standar gaya dan penulisan yang baik. Memuat pendahuluan, analisis, dan kesimpulan. Gaya penulisan pun harus rapi dan konsisten antara judul, abstrak, kata kunci dan referensi,” jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Panas Berkepanjangan, Polda Jateng Himbau Para Pendaki Gunung Tak Sembarangan Menyalakan Api

Sementara itu, Prof Dr Anis Mashdurohatun SH MHum dari Unissula, menegaskan jika dosen dan mahasiswa disarankan menulis publikasi internasional, agar hasil penelitiannya dapat dikenal pada komunitas.

"Selain itu, juga berkaitan dengan pengarsipan, menunjukkan reputasi kualitas penelitian periset, menunjukkan daya saing bangsa di bidang riset, juga tiket untuk mendapatkan beasiswa internasional," terangnya.

Tidak kalah penting, alasan lainnya yakni untuk menjalin networking di kancah internasional.

Baca Juga: Unissula Tambah Guru Besar Baru, Kepala LLDikti Wilayah VI : Pematik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan PTS

"Sebab, editorial board berasal dari berbagai negara atau paling tidak mempunyai consulting editor dan reviewer dari berbagai negara juga," tambahnya.

"Di satu sisi, peredaran jurnal tersebut berskala internasional dengan penyumbang naskah dari berbagai negara juga,” jelas Prof Anis kembali.

Dijelaskan, untuk menulis artikel ilmiah ada prasyaratnya.

Baca Juga: Sinergi FBIK Unissula - Gemura Jalin Kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Diantaranya sudah dirancang dan dilakukan dengan baik, dianalisis dengan baik dan benar, datanya telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik, sudah dikuasai dan dibahas, dan sudah menghasilkan kesimpulan.

Selain itu, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar artikel ilmiah tersebut, bisa diterima di suatu jurnal ilmiah bertaraf intersional.

"Salah satunya, tema jurnal tersebut harus menjadi minat internasional, bukan hanya untuk kepentingan lokal saja. Selain itu, harus ada keuniversalan ilmu yang ditulis, skalanya lebih luas dan tidak hanya lokal," tandasnya.

Baca Juga: FK Unissula Tambah Profesor Baru Bidang Ilmu Kedokteran, Titiek Raih Guru Besar di Usia 62 Tahun

Hadir sebagai moderator dalam kegiatan tersebut, Dr Denny Suwondo SH MH.

Seminar dibuka oleh Wakil Dekan I FH Dr Widayati SH MH. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.