Jateng

Geger! Ternyata Kuliner Sate Padang Punya Dua Varian, Mana yang Paling Pedas?

Theo Adi Pratama | 20 September 2025, 10:57 WIB
Geger! Ternyata Kuliner Sate Padang Punya Dua Varian, Mana yang Paling Pedas?

JATENG.AKURAT.CO, Setelah rendang, bisa dibilang sate Padang adalah primadona kuliner dari Ranah Minang.

Kelezatan irisan daging sapi yang dibalut bumbu kental kaya rempah, berpadu dengan ketupat dan taburan bawang goreng, sungguh menggugah selera.

Tapi, tahukah kamu, sebutan "sate Padang" yang kita kenal selama ini sebenarnya tidak tepat?

Baca Juga: Terungkap! Kuliner Bareh Randang, Manisan Putih yang Punya Makna Mendalam di Ranah Minang

Dua Varian Sate Khas Minang

Kebanyakan orang menganggap semua sate dari Sumatera Barat adalah sate Padang.

Padahal, secara garis besar, sate khas Minangkabau terbagi menjadi dua varian utama berdasarkan daerah asalnya: sate darek (dataran tinggi) dan sate pasisia (pesisir).

Perbedaan utama keduanya terletak pada warna dan komposisi bumbu kuahnya. Hal ini disebabkan oleh rempah-rempah yang digunakan di masing-masing daerah.

Si Pedas dari Pesisir: Sate Pariaman

Salah satu perwakilan sate dari wilayah pesisir adalah sate Pariaman. Ciri khasnya adalah kuah bumbu yang berwarna merah kecokelatan.

Warna ini berasal dari dominasi cabai yang digunakan dalam racikan bumbu. Alhasil, sate Pariaman punya cita rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan sate dari wilayah darek seperti Payakumbuh, Bukittinggi, atau Batusangkar.

Proses pembuatannya sama dengan sate Minang pada umumnya, yaitu irisan daging sapi direbus, ditusuk, kemudian dibakar sebentar sebelum disiram kuah bumbu kental.

Yang membedakannya adalah bumbu ini tidak menggunakan kacang tanah seperti sate di Pulau Jawa, melainkan racikan rempah halus yang dimasak dengan tepung beras hingga mengental.

Para perantau asal Pariaman diyakini berperan besar dalam menyebarkan sate berciri pesisir ini ke luar Sumatera.

Hal ini juga terlihat dari kedai-kedai sate di daerah perbatasan seperti Padang Panjang, di mana sate mereka punya bumbu yang lebih ringan karena beradaptasi dengan selera masyarakat darek.

Jadi, kamu tim sate darek yang kaya rempah atau tim sate pasisia yang super pedas?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.