Terungkap! Kuliner Bareh Randang, Manisan Putih yang Punya Makna Mendalam di Ranah Minang

JATENG.AKURAT.CO, Jangan terkecoh dengan namanya! Sekilas, nama Bareh Randang memang mirip dengan rendang.
Tapi begitu kamu melihat wujudnya, dijamin kamu akan terkejut. Alih-alih daging berkuah cokelat, Bareh Randang justru adalah camilan manis berwarna putih dengan tekstur yang unik!
Makna Tersembunyi di Balik Nama
Secara bahasa, nama Bareh Randang sudah menjelaskan segalanya. Bareh dalam bahasa Minangkabau artinya beras, sedangkan randang merujuk pada proses menyangrai.
Jadi, secara harfiah, Bareh Randang adalah olahan dari beras yang disangrai dengan bumbu.
Secara umum, Bareh Randang adalah olahan dari tepung beras yang disangrai hingga kering, lalu dicampurkan dengan cairan gula dan santan yang sudah dimasak.
Hasilnya? Sebuah gumpalan kenyal berwarna putih dengan permukaan kasar dan rasa manis yang bikin ketagihan.
Gumpalan ini kemudian dibentuk menjadi bulatan atau persegi pipih, siap untuk disajikan.
Bukan Sekadar Oleh-Oleh Biasa
Meskipun kini lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas daerah Darek (Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Agam, dan Tanah Datar), Bareh Randang ternyata punya makna lebih dalam.
Makanan ini punya fungsi khusus dalam prosesi adat, terutama pernikahan.
Bareh Randang sering disajikan dalam prosesi manjapuik marapulai, yaitu ritual menjemput pengantin laki-laki untuk dibawa ke rumah pengantin perempuan.
Selain itu, Bareh Randang juga menjadi hidangan istimewa saat para ninik mamak (sesepuh adat) berkumpul dalam pertemuan.
Jadi, Bareh Randang bukan sekadar camilan, melainkan simbol tradisi dan kebersamaan.
Kalau kamu berkunjung ke Ranah Minang, jangan lupa coba Bareh Randang, ya! Dijamin kamu akan ketagihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








