Bukan Dodol Biasa! Ini Dia Galamai, Kuliner Manisan Khas Payakumbuh yang Bikin Nagih di Setiap Gigitannya

JATENG.AKURAT.CO, Setiap daerah di Indonesia punya jagoan kulinernya masing-masing.
Di Payakumbuh, Sumatera Barat, ada satu camilan manis yang wajib banget kamu coba: Galamai.
Sekilas, makanan ini mirip dodol atau jenang, tapi punya keunikan yang bikin ketagihan.
Tiga Bahan Sederhana, Hasilnya Luar Biasa
Galamai dibuat dari tiga bahan dasar yang sangat sederhana: tepung beras ketan, gula aren, dan santan.
Ketiga bahan ini dimasak dalam kuali besar selama berjam-jam hingga adonannya mengental dan berwarna kecokelatan.
Uniknya, di dalam adonan galamai, ada taburan kacang tanah sangrai yang memberikan sensasi gurih dan renyah.
Meskipun terlihat sederhana, proses pembuatannya ternyata sangat menantang dan membutuhkan keahlian khusus.
Selama 3-4 jam memasak, adonan di kuali tidak boleh berhenti diaduk. Panas api pun harus dijaga agar pas.
Oleh karena itu, kualitas Galamai sangat ditentukan oleh pengalaman dan intuisi si pembuat.
Baca Juga: Bikin Nagih! Ini Dia Kisah di Balik Kuliner Keripik Sanjai, Oleh-Oleh Wajib dari Bukittinggi
Galamai: Ada Rasanya, Ada Ceritanya
Galamai tidak hanya ditemukan di Payakumbuh, tapi juga di Solok, Pariaman, dan Pasaman.
Di setiap daerah, namanya bisa berbeda-beda, mulai dari galamai, kalamai, calamai, hingga gelamai.
Bagi lidah orang Minang, Galamai bukan sekadar manisan. Mereka bahkan bisa membedakan mana galamai dari Payakumbuh dan mana dari daerah lain hanya dengan mencicipinya sedikit.
Kekhasan ini memang sulit dijelaskan karena kerumitan dalam proses pembuatannya.
Galamai adalah oleh-oleh yang sempurna dari Kota Darek (wilayah dataran tinggi Minangkabau) ini.
Rasanya yang manis legit berpadu dengan gurihnya kacang tanah, akan jadi teman santai yang pas.
Jadi, kalau mampir ke Payakumbuh, jangan lupa borong galamai untuk keluarga dan teman-teman, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








