Bukan Cuma Lontong Balap, Kuliner Sate Kerang Bisa Jadi Jodoh Sempurna yang Bikin Lidah Ketagihan!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau ngobrolin soal Surabaya, rasanya kurang lengkap tanpa membahas kulinernya.
Kota Pahlawan ini memang surga bagi para pecinta makanan.
Selain rawon, rujak cingur, dan lontong balap yang sudah melegenda, ada satu lagi kuliner yang tidak boleh dilewatkan: sate kerang.
Tekstur Kenyal, Rasa Pedas Manis yang Menggoda
Sate kerang adalah pasangan sempurna bagi lontong balap. Saat melihatnya, kamu akan langsung tergoda dengan warna cokelat keemasan dari bumbunya yang melapisi setiap butir kerang.
Paduan rasa pedas yang menggigit dan sedikit manis dari siraman kecap menjadi sensasi tersendiri.
Uniknya, sate kerang ini berbeda dari sate pada umumnya. Jika sate lain dibakar atau dipanggang, sate kerang hanya direbus, lalu disiram bumbu yang meresap sempurna.
Tekstur daging kerangnya yang kenyal dan empuk saat dikunyah membuat setiap gigitannya begitu nikmat.
Baca Juga: Gak Nyambung Tapi Bikin Nagih! Rujak Soto, Kuliner Unik Asal Banyuwangi yang Wajib Kamu Coba!
Proses "Ajaib" di Balik Kelezatan Sate Kerang
Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana bisa daging kerang terasa begitu lembut dan tidak amis? Ternyata ada rahasia di balik proses pembuatannya.
Sebelum direbus, daging kerang direndam terlebih dahulu dengan buah kiwi selama kurang lebih 30 menit.
Proses inilah yang membuat tekstur daging kerang menjadi lebih empuk dan rasanya semakin nikmat.
Setelah direndam dan direbus, daging kerang kemudian ditusukkan ke tusuk sate dan siap disajikan.
Sate Kerang, Kuliner Rakyat yang Mudah Ditemukan
Buat kamu yang sedang berada di Surabaya, mencari sate kerang bukanlah hal yang sulit.
Hampir di setiap sudut kota, terutama di warung-warung yang menjual lontong balap, kamu akan menemukan sate kerang sebagai menu pelengkap.
Harganya pun sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi.
Dengan harga semurah itu, kamu sudah bisa menikmati sajian yang begitu menggugah selera.
Jadi, kalau ke Surabaya, pastikan kamu tidak hanya mencicipi lontong balapnya, tapi juga "jodoh" sate kerangnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








