Gak Nyambung Tapi Bikin Nagih! Rujak Soto, Kuliner Unik Asal Banyuwangi yang Wajib Kamu Coba!

JATENG.AKURAT.CO, Dari sekian banyak kuliner yang ada, rujak soto mungkin yang paling bikin penasaran.
Bagaimana bisa dua makanan yang sangat berbeda, yaitu rujak dan soto, disatukan dalam satu mangkuk? Tenang saja, rujak yang digunakan adalah rujak sayur.
Perpaduan rujak petis dengan soto babat berkuah kuning ini ternyata menghasilkan rasa yang unik, gurih, segar, dan manis yang selalu dirindukan masyarakat Banyuwangi serta para wisatawan.
Berawal dari Sebuah Lirik Lagu Tradisional
Meskipun asal-usulnya tidak tercatat pasti, ada sebuah kisah menarik yang dipercaya sebagai cikal bakal terciptanya rujak soto.
Konon, kuliner unik ini muncul berkat sebuah lagu tradisional Banyuwangi yang berjudul "Rujak Singgul".
Lirik lagu tersebut menyebutkan berbagai jenis rujak yang ada di Banyuwangi, seperti rujak uni, rujak locok, dan rujak cemplung.
Di bagian akhir lagu, ada lirik yang berbunyi, "durung weruh rasane mageh arane, nganeh anehi," yang berarti "belum tahu rasanya, masih namanya saja sudah aneh."
Setelah tahun 1970-an, lirik ini menginspirasi seorang penikmat rujak untuk mencoba mengombinasikan rujak dengan soto.
Awalnya terdengar aneh, tapi ternyata rasanya langsung menjadi favorit warga Blambangan.
Petis dan Pisang Batu: Rahasia Bumbu Khas Rujak Soto
Seperti rujak khas Jawa Timur pada umumnya, bumbu rujak soto menggunakan bahan-bahan yang tidak lazim di daerah lain, yaitu petis dan pisang batu atau pisang klutuk.
Petis, yang terbuat dari rebusan kepala udang, gula jawa, dan bumbu dapur, berperan sebagai penyedap rasa yang penting.
Petis dari udang ini sangat digemari oleh masyarakat Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Banyuwangi.
Sementara itu, pisang batu memberikan cita rasa unik yang sepat. Bagi masyarakat Banyuwangi, rujak tanpa pisang batu terasa kurang enak.
Untuk membuat rujak soto, bumbu rujak yang terdiri dari kacang tanah, gula merah, terasi, petis, pisang batu, dan cabai diulek bersamaan.
Setelah itu, isian rujak seperti tempe, tahu, tauge, kangkung, timun, dan lontong dicampur. Terakhir, disiram dengan kuah soto babat yang gurih dan hangat.
Kombinasi Sempurna di Satu Mangkuk
Proses pembuatan soto babat sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam agar dagingnya empuk.
Bumbu soto menggunakan rempah-rempah seperti bawang putih, kunyit, jahe, kemiri, merica, serai, dan daun jeruk, yang memberikan aroma dan warna kuning yang menggugah selera.
Menikmati rujak soto yang gurih, segar, dan meninggalkan jejak manis di ujung lidah akan menjadi momen tak terlupakan saat kamu menjelajahi Banyuwangi yang sejuk.
Jadi, apakah kamu tertarik mencoba kuliner yang satu ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








