Jateng

Wisata Vibes! Jelajahi Jogja Bersama Bersukariawalk Bulan Oktober 2024: Wisata Jalan Kaki Menyusuri Sejarah dan Budaya Kota Istimewa

Theo Adi Pratama | 3 Oktober 2024, 11:00 WIB
Wisata Vibes! Jelajahi Jogja Bersama Bersukariawalk Bulan Oktober 2024: Wisata Jalan Kaki Menyusuri Sejarah dan Budaya Kota Istimewa

JATENG.AKURAT.CO, Bulan Oktober di Yogyakarta selalu menawarkan berbagai kegiatan menarik, dan salah satu yang paling dinanti adalah program Yogyakarta Walking Tour dari Bersukaria.

Tur jalan kaki ini memberi kesempatan bagi warga lokal dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah, budaya, dan kuliner kota ini.

Dengan beragam tema dan rute, Bersukaria Oktober 2024 menghadirkan pengalaman otentik untuk merasakan Jogja yang sesungguhnya.

Berikut adalah berbagai kegiatan menarik yang bisa diikuti selama bulan ini:

Baca Juga: Jawa Timur Vibes! Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya, Sebuah Wisata Edukatif dengan Keindahan Alam yang Bisa Jadi Pilihan Refreshing

1. Kota Gede (6 Oktober)

Dimulai pada Minggu sore pukul 15.30, tur ini membawa peserta ke kawasan Kota Gede, sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah penting sebagai pusat Kerajaan Mataram Islam.

Di sini, peserta akan diajak mengunjungi berbagai bangunan bersejarah, termasuk makam raja-raja Mataram, masjid kuno, dan rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa yang masih asli.

Tur ini juga menampilkan sejarah perhiasan perak yang sudah terkenal sejak zaman kolonial, dengan beberapa pabrik perak kuno yang masih beroperasi hingga kini.

2. Kota Baru (12 Oktober)

Pada Sabtu sore pukul 15.30, tur Kota Baru akan dimulai. Kawasan ini dikenal sebagai area pemukiman kolonial yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.

Peserta akan diajak menyusuri jalanan yang dipenuhi dengan rumah-rumah besar bergaya kolonial.

Kisah-kisah tentang perkembangan kawasan ini, yang dulu dirancang untuk elite kolonial Belanda, akan menghidupkan kembali ingatan tentang masa-masa penting dalam sejarah kota Yogyakarta.

3. Tugu Jogya (13 Oktober)

Pada hari Minggu pagi pukul 08.00, peserta tur akan mengeksplorasi landmark paling ikonik di Yogyakarta, yaitu Tugu Jogya.

Monumen ini bukan hanya simbol kota, tetapi juga memiliki nilai historis yang sangat mendalam. Dibangun pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I, Tugu Jogja melambangkan persatuan antara penguasa dan rakyat, serta kesatuan spiritual antara bumi dan langit.

Tur ini akan membahas sejarah panjang tugu ini dan perubahan-perubahan yang terjadi sejak didirikan, terutama setelah runtuh akibat gempa besar pada abad ke-19 dan renovasinya.

Baca Juga: Wisata Vibes! Menyusuri Keunikan dan Keindahan Kebun Teh Gunung Gambir, Wisata Alam yang Memesona di Jember

4. Suka Jajan: Selera Mataram (19 Oktober)

Sabtu sore pada pukul 15.30, bagi para pencinta kuliner, tur Suka Jajan: Selera Mataram menawarkan pengalaman unik.

Peserta akan diajak mencicipi berbagai hidangan tradisional khas Mataram, baik yang sudah terkenal maupun yang jarang ditemui.

Dari jajanan pasar hingga hidangan penutup yang kaya rasa, tur ini memperkenalkan keanekaragaman kuliner tradisional yang diwariskan dari masa kerajaan Mataram.

Selain menikmati makanan, peserta juga akan mendengarkan cerita di balik setiap hidangan, tentang bagaimana budaya dan sejarah memengaruhi cita rasa kuliner Mataram.

5. Alun-Alun Kidul (20 Oktober)

Alun-Alun Kidul, atau yang sering disebut Alkid, adalah salah satu area paling populer di Yogyakarta, terutama saat malam hari.

Namun, kali ini, tur dilakukan pada Minggu pagi pukul 08.00, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan sisi lain dari Alun-Alun Kidul.

Pada pagi hari, suasana lebih tenang, dan peserta dapat lebih leluasa menjelajahi tempat ini sambil mendengarkan cerita tentang makna filosofis dari alun-alun dan bangunan di sekitarnya, termasuk Sultan's Palace.

Pengunjung juga akan dikenalkan dengan tradisi unik seperti mencoba berjalan melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup, yang dipercaya membawa keberuntungan.

6. Praja Pakualaman (26 Oktober)

Sabtu sore pukul 15.30, tur ini akan membawa peserta ke Praja Pakualaman, sebuah kerajaan kecil yang masih ada di Yogyakarta.

Pura Pakualaman, yang merupakan istana dari Pakualaman, memiliki sejarah panjang sejak abad ke-19.

Di sini, peserta dapat memahami lebih jauh peran Pakualaman dalam sejarah politik dan budaya Yogyakarta, serta melihat langsung bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur yang megah dan elegan.

Baca Juga: Wisata Vibes! Liburan di Pantai Buyutan, Surga Tersembunyi di Pacitan dengan Keindahan Tebing Karang dan Pasir Putih

7. Prawirotaman (27 Oktober)

Pada Minggu pagi pukul 08.00, tur Prawirotaman mengakhiri rangkaian kegiatan Bersukaria Oktober 2024 dengan membawa peserta ke sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat penginapan bagi para backpacker.

Namun, di balik popularitasnya sebagai area turis, Prawirotaman juga memiliki sejarah yang kaya, terutama terkait dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kawasan ini dulunya adalah markas bagi para pejuang kemerdekaan, dan kini dipenuhi dengan kafe, galeri seni, serta toko-toko yang menawarkan produk lokal khas Yogyakarta.

Untuk lebih lengkap melihat jadwal Yogyakarta walking tour bisa melihat dalam gambar berikut ini:

Bersukaria Oktober 2024 menawarkan serangkaian tur yang dirancang untuk memperkaya pengalaman peserta dalam mengeksplorasi Yogyakarta.

Dari sejarah kerajaan Mataram hingga cerita perjuangan kemerdekaan, dari jajanan tradisional hingga landmark ikonik, setiap tur memberikan sudut pandang baru tentang kota yang kaya akan budaya dan sejarah ini.

Dengan mengikuti tur-tur ini, baik warga lokal maupun wisatawan bisa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keunikan dan keistimewaan Yogyakarta, sambil menikmati keindahan kota dengan cara yang santai dan penuh makna.

Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini, dan siapkan diri untuk berpetualang di bulan Oktober bersama Yogyakarta Walking Tour!***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.