Jateng

Yogya Vibes! Wisata Sejarah dengan Mengunjungi Intro Living Museum Kotagede, Jejak Kejayaan Arsitektur Eropa dalam Budaya Jawa

Theo Adi Pratama | 18 Agustus 2024, 17:02 WIB
Yogya Vibes! Wisata Sejarah dengan Mengunjungi Intro Living Museum Kotagede, Jejak Kejayaan Arsitektur Eropa dalam Budaya Jawa

JATENG.AKURAT.CO, Rumah Kalang di Kotagede, Yogyakarta, adalah salah satu bangunan cagar budaya yang menjadi daya tarik wisata karena keindahan dan keunikannya.

Rumah ini merupakan warisan budaya yang memadukan arsitektur Eropa dengan kearifan lokal, menciptakan sebuah mahakarya yang tetap bertahan hingga hari ini.

Baca Juga: Jawa Tengah Vibes! Progres Gerbang Tol Banyudono, Pintu Masuk Baru Tol Yogya Solo yang Segera Dioperasikan

Keindahan Arsitektur Rumah Kalang

Ciri khas dari Rumah Kalang adalah tiang-tiangnya yang bergaya Corinthia-Romawi, sebuah elemen arsitektur klasik yang biasanya ditemukan di bangunan-bangunan Eropa.

Selain itu, rumah ini juga dihiasi dengan kaca patri berwarna-warni, yang memancarkan cahaya indah saat terkena sinar matahari.

Motif tegel yang digunakan untuk lantai dan penutup dinding bagian bawah semakin memperkaya estetika bangunan ini.

Pintu dan jendela Rumah Kalang yang berjumlah banyak serta berukuran besar, memberikan kesan megah sekaligus mengoptimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami di dalam rumah.

Sejarah Singkat Rumah Kalang

Rumah Kalang didirikan oleh para saudagar kaya dari kelompok Kalang yang dahulu terkenal di Kotagede.

Kelompok ini dikenal karena kekayaannya dan gaya hidup mewah mereka, yang tercermin dalam arsitektur rumah-rumah mereka.

Salah satu Rumah Kalang yang masih dapat dikunjungi oleh wisatawan adalah Intro Living Museum Kotagede, yang terletak di Jalan Tegal Gendu, tepat di sebelah selatan kantor Palang Merah Indonesia.

Baca Juga: Wisata Asyik di Yogyakarta Bareng Bersukariawalk! Jadwal Terbaru Walking Tour Juli 2024, Ekxplorasi Keindahan Yogya dengan Cara Unik

Intro Living Museum Kotagede

Intro Living Museum Kotagede adalah museum yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Museum ini resmi diperkenalkan kepada publik pada 10 Desember 2021, dan telah menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi di Yogyakarta.

Museum ini memiliki koleksi yang terbagi dalam empat klaster utama:

Klaster Situs Arkeologi dan Lansekap Sejarah: Menampilkan peninggalan-peninggalan arkeologi dan lanskap sejarah Kotagede yang kaya akan nilai budaya.

Klaster Kemahiran Teknologi Tradisional: Menunjukkan kemahiran masyarakat Kotagede dalam menggunakan teknologi tradisional, seperti kerajinan perak yang terkenal dari daerah ini.

Klaster Seni Pertunjukan Sastra: Menghadirkan berbagai bentuk seni pertunjukan dan sastra yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kotagede selama berabad-abad.

Klaster Adat-Tradisi dan Kehidupan Keseharian: Menggambarkan adat istiadat, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Kotagede.

Beberapa koleksi di museum ini berasal dari hibah tokoh-tokoh dan masyarakat Kotagede, serta dari ahli waris Ibu Hj. Noerijah, pemilik lama Rumah Kalang.

Baca Juga: Menikmati Suasana Yogya Sambil Merasakan Kuliner Es Krim Hanya Ada di Tempo Gelato Yogyakarta

Informasi Kunjungan

Intro Living Museum Kotagede buka pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu, dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Khusus pada hari Jumat, museum melayani pengunjung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Museum ini tutup pada hari Senin dan libur nasional.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan pelayanan dan edukasi secara lebih mendalam, disarankan untuk melakukan reservasi gratis terlebih dahulu melalui akun Instagram resmi @museumkotagede atau melalui tautan bit.ly/MuseumKotaGede.

Dengan mengunjungi Rumah Kalang di Kotagede, Anda tidak hanya akan melihat keindahan arsitektur yang memukau, tetapi juga memahami lebih dalam tentang sejarah dan budaya masyarakat Kotagede yang kaya dan beragam.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.