Menikmati Olos, Camilan Khas Kota Tegal, Mirip Cilok Tapi Ada Perpaduan Garing Pedas Gurih

AKURAT.CO JATENG - Menikmati Olos, Camilan Khas Kota Tegal, Mirip Cilok Tapi Ada Perpaduan Garing Pedas Gurih.
Setiap kota dan daerah pasti ada camilan atau makanan ringan yang biasanya hanya ditemukan di kota tersebut. Sama halnya di Kota Tegal, disana ada camilan bernama Olos, berikut ulasannya.
Selain dikenal dengan Warung Tegal (Warteg)-nya, Kota Tegal, Jawa Tengah juga memiliki camilan khas yang mungkin masih asing bagi kebanyakan orang.
Kudapan khas Tegal ini adalah olos yang mirip dengan cilok, namun dengan tekstur garing bercampur dengan rasa pedas dan gurih.
Olos adalah camilan khas kota bahari yang berbentuk bulat dan terbuat dari campuran tepung terigu, tepung tapioka, lobak atau kol, cabai rawit dan bumbu dapur lainnya.
kudapan ini merupakan favorit masyarakat Tegal karena memiliki rasa pedas dan gurih yang menyatu secara sempurna
Jajanan kuliner olos khas tegal mudah ditemui di pinggiran jalan, khususnya area sekolah. Setiap pedagang menawarkan tingkat kepedasan dan bentuk yang berbeda-beda.
Ada yang bulat kecil dan ada juga yang bulat besar. Ukuran ini ditentukan oleh selera setiap pembeli.
Olos merupakan jajanan khas Tegal yang berbentuk bulat dan dimasak dengan cara digoreng.
Baca Juga: 5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon
Olos dibuat dari campuran tepung kanji dan tepung terigu yang dibentuk bulat kemudian di dalamnya diisi dengan irisan kol dan cabai.
Rasa pedas dari irisan cabai adalah ciri khas dari jajanan olos.
Saat ini olos semakin berkembang menjadi bervariasi. Pada awal kemunculannya olos hanya diisi dengan irisan kol dan cabai.
Kini, ada berbagai varian isian olos, seperti ayam suwir, telur puyuh, bakso, sosis, dan keju.
Selain itu, beberapa penjual menyediakan bumbu aneka rasa seperti balado, jagung manis, keju, serta serbuk cabai.
Penikmat Olos kebanyakan berasal dari kalangan remaja karena rasa pedas dan gurih ini cocok bagi lidah milenial saat ini.
Apalagi makanan ini sangat cocok disantap sebagai teman untuk nongkrong bersama rekan atau kolega.
Konon, makanan ini adalah karya dari masyarakat Desa Jatirawa, Kecamatan Tarub, Kota Tegal.
Meskipun sekarang memiliki banyak varian rasa, Olos pedas selalu menjadi versi originalnya.
Selain itu, bentuk dan tekstur olos yang acak-acakan juga menjadi ciri khas olos Desa Jatirawa.
Awal mula kudapan ini muncul berasal dari penemu jajanan saat berjualan risoles.
Namun saat itu, anak-anak kesulitan mengucapkan Risoles hingga akhirnya ejaan yang keluar adalah oles.
Seiring berjalannya waktu, ejaan makanan tersebut berubah menjadi olos hingga sekarang.
Olos ini akan lebih nikmat jika disantap dalam keadaan hangat. Namun sayangnya, kudapan ini susah ditemukan di luar Kota Tegal.
Seiring berjalannya waktu, para pedagang olos berinovasi dengan membuat olos aneka rasa.
Di daerah sekitar Kabupaten dan Kota Tegal, olos sangat mudah ditemukan di pinggir jalan dengan harga yang sangat terjangkau.
Yakni sekitar 250-500 rupiah per butir. Penjual olos biasanya menjajakan dagangannya dengan menggunakan gerobak. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








