Jateng

5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon

Afri Rismoko | 3 Juli 2024, 12:05 WIB
5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon

AKURAT.CO JATENG - 5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon.

Di Kawasan Pantura, tepatnya di Kota Pemalang, Asa kuliner unik yang bernama Nasi Grombyang. Berikut ulasannya.

Sajian Ini Menyerupai Rawon Karena Kuahnya Berwarna Hitam Anda pasti sudah tahu tentunya bahwa Pemalang identik dengan Nasi Grombyang. 

Baca Juga: Pecinta Kuliner Wajib Merapat! 6 Hidden Gems Kuliner Legendaris di Solo yang Menggugah Selera dan Ramah Kantong

Jika Anda melewati Kota Pemalang, jangan lupa menyempatkan waktu untuk menikmati Nasi Grombyang yang khas dari Kota Pemalang. 

Anda bisa menikmati Nasi Grombyang dengan sangat mudah. Karena para penjual Nasi Grombyang bisa Anda temukan dengan mudahnya di Kota Pemalang, terutama di jalan-jalan dekat Alun-Alun Kota Pemalang. 

Berikut 5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon.

  1. Asal Usul Nama Nasi Grombyang

Dalam bahasa Pemalang, Grombyang berarti mengapung di permukaan atau bergoyang-goyang. 

Mengapa Nasi Grombyang itu identik dengan bergoyang- goyang. Dalam penyajian Nasi Grombyang ini komposisi antara kuah Grombyang dengan nasinya, lebih banyak kuah daripada nasinya. 

Sehingga nasinya dapat mengapung dan bergoyang-goyang di antara kuah Grombyangnya. Nama Grombyang ini tidak bisa didapati di kota-kota lain, sehingga nama Grombyang sangat ikonik dan unik.

Baca Juga: AKHIRNYA TERBONGKAR! 7 Surga Hidden Gems Kuliner di Jogja Ini Nyatanya Bisa Bikin Kamu Ngiler Abis, Soal Harga Masih Ramah Kantong!

  1. Keunikan Nama dari Para Penjualnya 

Di kalangan warga Pemalang, ada keunikan 3 nama penjual Nasi Grombyang Legendaris Pemalang yang sudah menjadi ciri khas,

Yaitu Warso, Waridin dan Toli. Tiga nama inilah yang sudah melekat dengan branded Nasi Grombyang Khas Pemalang, sehingga jika disambungkan menjadi Nasi Grombyang Pak Warso, Nasi Grombyang Pak Waridin dan Nasi Grombyang Pak Toli.

  1. Menu Warisan Turun Temurun Nenek Moyang

Menu Nasi Grombyang Pemalang merupakan resep para orang tua dari para penjual Nasi Grombyang yang diwariskan secara turun temurun. 

Pada tahun 1960-an, konon para orang-orang tua mereka berjualan keliling dan ketika sampai jantung perkotaan sekitar alun-alun Pemalang dan Stasiun Kereta Api Pemalang

Tepatnya di Pelutan Pemalang yang sampai sekarang laris manis dipadati oleh pembeli baik dari wisatawan domestik maupun dari wisatawan di luar kota Pemalang.

  1. Isi Menunya Mirip Rawon 

Bahan utamanya dari Nasi Grombyang ini adalah Daging Kerbau yang diiris besar-besar, ditambah menu kaldunya yang terbuat dari kluwak, serundeng, serta dari lemak daging kerbau sendiri. 

Hal tersebut lah yang membedakan Nasi Grombyang dengan soto-soto daging pada umumnya. Sekilas rupanya mirip dengan Rawon tetapi isinya berbeda.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya di Kauman Semarang di Tahun 2024: Mulai dari Demografi, Bangunan Bersejarah Hingga Kuliner

  1. Menu Pelengkap Makan Nasi Grombyang 

Sebagian besar warga Pemalang terkenal lebih menyukai memakan daging kerbau daripada daging sapi, maka menu pendukungnya pun adalah Sate Daging Kerbau. 

Kalau Anda penyuka daging sapi, ketika berkunjung dan berkuliner ria di Warung Makan Nasi Grombyang ingin makan daging sapi memang akan sedikit kesulitan. 

Hal inilah yang membedakan kuliner khas Pemalang dengan kota-kota lain di Indonesia apalagi Jawa Tengah.

Itulah ulasan tentang 5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon. ***





Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A