Jateng

Mengulik Hal Menarik Saat Berlibur di Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata di Jogja yang Diakui UNESCO GLOBAL GEOPARK

Theo Adi Pratama | 15 Juni 2024, 08:06 WIB
Mengulik Hal Menarik Saat Berlibur di Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata di Jogja yang Diakui UNESCO GLOBAL GEOPARK

JATENG.AKURAT.CO, Desa Wisata Nglanggeran merupakan destinasi wisata yang wajib masuk dalam agenda liburan kamu saat berada di Yogyakarta.

Terletak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Yogyakarta, desa ini bisa dijangkau dalam waktu sekitar satu jam dengan rute tercepat melalui Jalan Wonosari.

Kamu dapat mengunjungi desa ini mulai jam 08.00-18.00 WIB.

Desa Wisata Nglanggeran termasuk dalam kawasan Geosite Gunung Sewu yang diakui UNESCO Global Geopark.

Desa ini juga telah menerima berbagai penghargaan, seperti ASEAN Community Based Tourism (CBT) Award 2017, ASEAN Sustainable Tourism Award 2018, dan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan oleh Kemenparekraf pada awal Maret 2021.

Berikut adalah beberapa hal menarik yang bisa kamu nikmati di Desa Wisata Nglanggeran:

Baca Juga: Mimpi Ikan Pindang: Sebenarnya Pertanda Baik atau Buruk? Cari Jawaban dan Tafsiran Mimpinya di Sini!

1. Berburu Sunrise di Puncak Gunung Api Purba

Melihat sunrise tidak hanya bisa dilakukan di pantai, kamu juga bisa menikmatinya dari puncak Gunung Api Purba Nglanggeran yang berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Spot ini menjadi favorit para pecinta matahari pagi di Yogyakarta. Dari puncak gunung ini, kamu juga bisa menyaksikan keindahan Gunung Lima Jari.

Untuk mencapai puncaknya, kamu memerlukan waktu sekitar 50-60 menit.

Puncak barat Gunung Api Purba ini, yang juga dikenal sebagai Gunung Gedhe, memiliki area yang cukup lapang untuk duduk menikmati matahari pagi.

Namun, puncaknya tidak bisa digunakan untuk camping. Jika kamu ingin mendirikan tenda, tersedia area camping ground yang jaraknya hanya sekitar 50 meter dari puncak.

2. Embung Nglanggeran

Primadona Desa Wisata Nglanggeran adalah Embung atau telaga buatan Nglanggeran.

Waduk mini ini dibangun di atas bukit yang disebut oleh penduduk setempat sebagai Gunung Gandu.

Sumber air Embung Nglanggeran berasal dari mata air di lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Di sini, terdapat dua pipa yang menyalurkan air dari sumber mata air menuju embung.

Meskipun merupakan danau buatan, di sini tidak diperbolehkan untuk berenang atau memancing.

Embung Nglanggeran memiliki panorama alam yang indah dan menjadi tempat terbaik untuk menikmati sunrise dan sunset.

Baca Juga: DIBUKA LOWONGAN KERJA! Tentrem Mall Buka Lowongan Marketing Retail - Leasing Executive, Buruan Daftar Sekarang!

3. Pusat Oleh-oleh Cokelat

Berlibur ke Nglanggeran tidak lengkap tanpa mampir ke pusat oleh-oleh bernama Griya Cokelat.

Di sini, kamu bisa menemukan berbagai produk unggulan UMKM lokal berbahan dasar cokelat dan susu.

Bahan dasar pembuatan camilan cokelat berasal dari kebun warga setempat.

Selain berbelanja, kamu juga bisa melihat proses pembuatan cokelat hingga pembungkusan.

Produk yang ditawarkan antara lain dodol cokelat, bubuk cokelat, susu cokelat, dan keripik pisang cokelat.

4. Wisata Edukasi Kambing Etawa

Peternakan kambing etawa di Desa Wisata Nglanggeran sudah terkenal hingga internasional.

Di sini, kamu bisa melihat proses pemerahan susu, pengolahan, hingga menjadi susu bubuk atau susu cair yang siap dikonsumsi.

Kamu juga dapat mencoba mempraktikkan cara pemerahan susu kambing.

Susu kambing etawa yang sudah siap konsumsi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti melancarkan sistem pencernaan dan menurunkan tingkat kolesterol.

Baca Juga: Meluruskan Mitos Ibu Hamil yang Minum Air Kelapa Bisa Membuat Kulit Bayi Bersih serta Manfaat Air Kelapa Bagi Ibu Hamil

Desa Wisata Nglanggeran menawarkan berbagai pengalaman wisata yang unik dan menarik.

Mulai dari berburu sunrise di puncak gunung, menikmati keindahan Embung Nglanggeran, berbelanja cokelat, hingga belajar tentang peternakan kambing etawa.

Pastikan desa ini masuk dalam daftar kunjungan kamu saat liburan ke Yogyakarta.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.