Menggali Misteri yang Tersembunyi di Candi Banyunibo: Kisah Dewi Hariti dan Transformasinya

AKURAT.CO Misteri, Candi Banyunibo, sebuah monumen bersejarah yang melambangkan keagungan masa lalu, menyimpan misteri yang belum terpecahkan.
Salah satu misteri yang menarik minat para peneliti adalah relief seorang wanita yang terpahat dengan indah di bangunan tersebut.
Wanita itu, dikelilingi oleh anak-anak, menimbulkan tanda tanya besar dalam dunia arkeologi dan sejarah.
Relief ini membawa kita ke dalam legenda Dewi Hariti, seorang pelindung anak-anak yang legendaris dalam tradisi Buddha Mahayana.
Namun, versi Hariti dalam misteri Candi Banyunibo menarik perhatian karena memiliki akar yang dalam dalam tradisi Buddha Theravada, lebih dikenal di Nusantara.
Kisah Dewi Hariti, atau yang juga dikenal sebagai Jagatmata, ibu segala alam, menggambarkan perjalanan spiritual yang mengharukan.
Dalam satu versi, Hariti yang awalnya menculik anak-anak karena kerinduannya akan menjadi seorang ibu, akhirnya diinspirasi oleh Buddha untuk mengubah hidupnya.
Dia menyadari bahwa kesedihan yang dia alami juga dialami oleh semua ibu yang kehilangan anak mereka.
Namun, ada perbedaan antara versi Theravada dan Mahayana dalam kisah Hariti ini.
Baca Juga: Mengungkap Pesona Alam dan Juga Sisi Misteri yang Menyelimuti Bukit Tangkeban di Pemalang
Dalam versi Theravada, Hariti adalah istri dari Raja Kubera yang tidak memiliki anak, sehingga dia menculik anak-anak untuk dirawat.
Sementara dalam versi Mahayana, Hariti memiliki seratus anak dan menculik anak-anak manusia untuk disantap bersama anak-anaknya.
Perbedaan lainnya termasuk motif penculikan dan elemen seperti buah delima, yang tidak muncul dalam versi Theravada tetapi memiliki peran penting dalam versi Mahayana.
Misteri Candi Banyunibo tidak hanya menjadi cerminan dari keindahan arsitektur masa lalu, tetapi juga pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya dan spiritualitas di Nusantara.
Dengan terus menggali dan memahami cerita-cerita seperti kisah Dewi Hariti, kita dapat menghargai keragaman dan kedalaman tradisi-tradisi yang telah membentuk identitas kita sebagai bangsa.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







