Jateng

Mengenal Lebih Dekat Museum Pos Indonesia: Jejak Sejarah Pos dan Surat di Kota Bandung

Theo Adi Pratama | 12 Februari 2024, 13:00 WIB
Mengenal Lebih Dekat Museum Pos Indonesia: Jejak Sejarah Pos dan Surat di Kota Bandung

AKURAT.CO Sejarah, Museum Pos Indonesia, yang terletak di Jalan Cilaki No. 73 Bandung, Jawa Barat, adalah salah satu museum populer di Kota Bandung.

Dikenal karena kaya akan barang-barang peninggalan sejarahnya, museum ini merupakan destinasi wisata yang edukatif bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Kisah Sejarah dan Silsilah Raja Jayabaya: Legenda dan Kekuasaan di Kerajaan Kediri

Sejarah Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia memiliki akar sejarah yang dalam, bermula dari masa penjajahan Hindia Belanda.

Awalnya, museum ini adalah gedung Pos Telegraph dan Telepon (PTT), yang dibangun pada tahun 1700-an.

Pada tahun 1931, museum ini dibuka sebagai Museum PTT di sayap timur gedung pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, yang terkenal dengan Gedung Sate.

Setelah masa pendudukan Jepang pasca Perang Dunia II, museum ini mengalami masa terbengkalai.

Namun, pada tahun 1980, koleksinya diusahakan untuk diperbarui dengan inventarisasi dan pengumpulan benda-benda bersejarah.

Pada tanggal 27 September 1983, gedung Pos Telegraph dan Telepon resmi diubah menjadi Museum Pos Indonesia oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya: Keindahan dan Kemegahan Arsitektur Islam

Koleksi Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia memiliki koleksi yang beragam, mulai dari prangko, surat, hingga peralatan pos dari masa ke masa.

Saat memasuki museum, pengunjung akan disambut dengan prangko pertama Hindia Belanda yang diterbitkan pada tahun 1864.

Di dalam museum, terdapat sekitar 131.000.000 keping prangko, serta berbagai peralatan pos seperti timbangan paket, alat cetak prangko, dan armada pengantar surat.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat koleksi berupa surat-surat berharga dari beberapa Raja Nusantara yang ditujukan untuk Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Bingley Raffles.

Barang-barang pos seperti baju dinas (seragam pos) juga dipamerkan sebagai bagian dari koleksi museum.

Baca Juga: Tempat Sejarah di Semarang: Mengulik Legenda dan Polemik Toko Oen di Kota Atlas

Arsitektur Museum Pos Indonesia

Gedung Museum Pos Indonesia, yang dibangun pada tahun 1920, memiliki arsitektur yang mencirikan masa Renaissance dan tampilan khas Italia pada masa tersebut.

Dengan luas sekitar 700 meter persegi, gedung ini berdiri tegak di atas lahan seluas 706 meter persegi.

Arsitekturnya dirancang oleh Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst.

Papan-papan kayu yang dilindungi kaca digunakan untuk memajang sebagian koleksi prangko, sementara beberapa barang bersejarah lainnya terpajang dalam lemari kayu dengan ukuran 1,5 x 1 x 2,5 meter, yang terhubung secara vertikal.

Dikelola oleh PT. Pos Indonesia Persero, Museum Pos Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk menjelajahi jejak sejarah pos dan surat, serta menikmati pesona arsitektur dan kekayaan koleksinya.

Dengan adanya fasilitas Win Audio tour guide, pengunjung dapat merasakan pengalaman berkeliling museum dengan lebih menyenangkan dan edukatif.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.