Jateng

Sejarah dan Perjalanan Candi Pringtali di Perbukitan Manoreh: Kekayaan Mistis di Lereng Jalur Samigaluh, Nanggulan

Theo Adi Pratama | 11 Januari 2024, 12:00 WIB
Sejarah dan Perjalanan Candi Pringtali di Perbukitan Manoreh: Kekayaan Mistis di Lereng Jalur Samigaluh, Nanggulan

AKURAT.CO Sejarah, Di perbukitan Manoreh yang tersembunyi, tepatnya di Dusun Pringtali Desa Kebonharjo Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, terdapat keajaiban arsitektur batu yang mengundang tanya.

Candi Pringtali, yang bentuknya unik menyerupai tugu setinggi kurang lebih 2 meter, menjadi saksi bisu dari sejarah yang membingungkan dan memikat.

Terletak di lereng jalur alternatif Samigaluh – Nanggulan, depan SD Kebonharjo, candi ini menyimpan misteri dan keunikan tersendiri.

Baca Juga: Sebuah Sejarah dan juga Perjalanan Stasiun Bringin: Antara Kejayaan Masa Lalu dan Keadaan yang Terabaikan di Kabupaten Semarang

Asal-Usul Bentuk Misterius

Candi Pringtali bukanlah candi biasa. Bentuknya yang mengerucut tinggi menjadi daya tarik utama.

Tetapi, jika dianalisis secara ilmiah, bentuk ini sulit dijelaskan dengan standar situs candi pada umumnya.

Sebagai tambahan, informasi menyebutkan bahwa pada awalnya, Candi Pringtali hanya berupa batuan candi yang berserakan di sekitar lokasi. Namun, pada tahun 1980-an, kejadian tak terduga mengubah nasib candi ini.

Pemugaran Misterius oleh Orang Tak Dikenal

Pada masa itu, ada orang yang diduga memiliki gangguan jiwa membongkar bangunan candi ini, meninggalkannya dalam keadaan berantakan.

Beberapa hari kemudian, seorang individu misterius berbaju putih datang dan menata kembali susunan batuan candi secara tidak sempurna.

Yang lebih mengejutkan, penyusunan kembali ini dilakukan tanpa dasar riset atau teknologi, hanya dengan kecocokan batu candi satu dengan lainnya.

Inilah awal mula bentuk unik Candi Pringtali yang dapat kita saksikan saat ini.

Baca Juga: Jejak Perjalanan Stasiun Jambu: Wisata Sejarah Sekaligus Keindahan Alam di Kabupaten Semarang

Sejarah Tua yang Terbungkus Misteri

Candi Pringtali diduga telah berusia ratusan tahun, bahkan lebih tua dari Candi Borobudur.

Konon, candi ini adalah peninggalan Hindu dari Kerajaan Majapahit.

Temuan batu ber-relief gambar Surya Majapahit pernah menjadi bukti, tetapi sayangnya, relief ini kini tidak lagi dapat ditemukan.

Keberadaan Lingga dan batuan berbentuk Ratna semakin menguatkan dugaan bahwa Candi Pringtali adalah peninggalan Hindu.

Nama dan Pemujaan oleh Masyarakat

Masyarakat sekitar memiliki beragam nama untuk Candi Pringtali, termasuk Candi Bisu, Candi Mulyo, dan Candi Pringtali.

Meskipun namanya berbeda, masyarakat setempat tetap menganggap candi ini sebagai benda yang dikeramatkan.

Upacara adat kenduri kembul tumpeng kepyur rutin diadakan setiap bulan Sapar penanggalan Jawa, menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap warisan budaya ini.

Upaya Pelestarian oleh Pemerintah dan Masyarakat

Keberadaan Candi Pringtali yang terletak di bawah pohon beringin membawa risiko kerusakan akibat akar pohon yang menjalar.

Untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya ini, pemerintah daerah bersama masyarakat setempat membangun pagar besi, pondasi talut, dan taman di sekitar candi.

Upaya ini berhasil membuat Candi Pringtali semakin indah dan terawat.

Baca Juga: Jejak Stasiun Bedono: Saksi Bisu Sebuah Perjalanan Sejarah di Puncak Bedono, Kabupaten Semarang

Harapan untuk Destinasi Wisata

Dengan kondisi terbarunya, Candi Pringtali diharapkan dapat menjadi destinasi wisata di Kulon Progo. Keindahan dan keunikan candi ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Sebagai saksi bisu dari sejarah yang memikat dan misteri yang belum terpecahkan, Candi Pringtali menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menjelajahi kekayaan kultural dan spiritual di perbukitan Manoreh.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.