Jateng

Sejarah Singkat Lawang Sewu, Gedung Ikonik di Kota Semarang yang Awalnya Adalah Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Belanda

Theo Adi Pratama | 23 November 2023, 10:02 WIB
Sejarah Singkat Lawang Sewu, Gedung Ikonik di Kota Semarang yang Awalnya Adalah Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Belanda

AKURAT.CO, Inilah sejarah dari bangunan yang bernama Lawang Sewu, yang merupakan salah satu gedung ikon dari kota Semarang.

Lawang Sewu adalah gedung bersejarah PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang awalnya berfungsi sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Di atas lahan seluas 18.232 meter persegi, gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap.

Baca Juga: Mengunjungi Kota Makassar dan Bingung Cari Tempat Santai? Berikut 4 Rekomendasi Cafe Instagramable yang Bisa Jadi Pilihan Tempat Nongkrong!

Konstruksi utama dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907.

Struktur tambahan dimulai sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.

Arsitek dari Amsterdam Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag merancang gedung dengan elemen lengkung dan sederhana sebagai ciri khasnya.

Bangunan ini memiliki desain huruf L dan memiliki banyak pintu dan jendela untuk sistem sirkulasi udara.

Masyarakat menamainya "Lawang Sewu", yang berarti "seribu pintu".

Baca Juga: Begini Profil dan Sejarah Perusahaan Siemens, Salah Satu Perusahaan Teknologi yang Pernah Mewarnai Industri Telekomunikasi Indonesia

Secara etimologis kata Lawang Sewu berasal dari bahasa jawa yang berarti “pintu seribu”.

Penyebutan Lawang Swu didasarkan pada banyaknya jendela dan pintu yang terdapat di bangunan ini walaupun jumlahnya tidak menyentuh angka seribu pintu.

Pada masa kolonialisme Belanda, gedung ini bernama Het administratiegebouw van de Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij, sebuah gedung perkantoran untuk mengurus perkereta apian milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Belanda mulai membangun jalur kereta api di Indonesia pada tahun 1864.

Baca Juga: Rekomendasi 4 Cafe Instagramable dan Tempat Nongkrong Anak Muda di Kawasan Kemang

Jalur pertama adalah Semarang-Solo-Yogyakarta dan Kedungjati-Ambarawa.

Perusahaan yang bertanggung jawab untuk membangun jalur kereta api ini adalah NIS.

Pada awalnya, jalur kereta api ini dibangun dari tahun 1864 hingga 1867 untuk menghubungkan Semarang, yang merupakan bandar pelabuhan dan pusat perindustrian, dengan wilayah pedalaman, yang menghasilkan bahan mentah dari hasil perkebunan Solo dan Yogyakarta.

Dengan perkembangan teknologi, NIS menjadi sangat sukses dan membutuhkan kantor sendiri.

Baca Juga: Berikut Ada 3 Cara Mengaktifkan Fitur Hotspot pada Iphone yang Kemudian Bisa Dihubungkan ke Perangkat Lainnya

Pada tahun 1904, J.F. Klinkhamer dan B.J. Queendag bertugas sebagai koordinator perencanaan dan memilih Cosman Citroen sebagai arsitek untuk gedung administrasi perkantoran kereta api yang akan mereka bangun di Jalan Pemuda.

Lalu pada tahun 1918, pembangunan bangunan ini akhirnya bisa selesai.

Bangunan Lawang Sewu berubah menjadi Kantor Ryuku Sokyoku (Jawatan Transportasi Jepang) ketika Jepang menjajahnya.

Ruang bawah tanah Lawang Sewu juga digunakan oleh Jepang sebagai tempat eksekusi mati dan penjara.

Baca Juga: Anda Masih Bingung Cara Melakukan Transfer Pulsa Telkomsel? Coba Ikuti 4 Cara Berikut Ini!

Kemudian pada Oktober 1945, Belanda ingin mengambil alih kembali wilayah Semarang, yang menyebabkan perang dan mengundurkan diri Jepang.

Gedung Lawang Sewu berubah menjadi kantor DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia) setelah perang, tetapi ketika Belanda mulai menguasai Semarang tahun 1946, DKARI harus berpindah ke bekas kantor de Zustermaatschappijen, karena gedung Lawang Sewu digunakan oleh Belanda sebagai markas Belanda.

Baca Juga: Mengalami Kelupaan Mencatat Nomor XL? Coba Ikuti 4 Cara Berikut Ini!

Lawang Sewu diberikan kepada PT. KAI pada tahun 1994, dan gedung Lawang Sewu ini akhirnya diperbarui pada tahun 2009.

Pada tahun 2011, Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikannya sebagai tempat wisata sejarah perkereta apian di Indonesia.

Itu dia sejarah singkat dari salah satu gedung ikonik yang ada di kota Semarang, Lawang Sewu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.