Bukan Cuma yang Enak, Brem Ternyata Dulunya Makanan Mewah Kaum Ningrat! Kisah Manis di Balik Kuliner Legendaris!

JATENG.AKURAT.CO, Kalau kamu pernah mampir ke toko oleh-oleh di Madiun, Solo, atau Bali, pasti kenal dengan kuliner kudapan manis berwarna putih gading berbentuk persegi panjang atau bulat pipih ini.
Dialah brem, camilan tradisional yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Tapi jangan salah, di balik harganya yang sekarang terjangkau, dulunya brem adalah makanan mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan berada.
Baca Juga: Wajib Coba! Krengsengan, Kuliner Khas Surabaya yang Nggak Kalah Nikmat dari Rawon dan Lontong Balap!
Brem, Simbol Status Sosial di Masa Lalu
Di masa penjajahan, saat rakyat biasa berjuang keras untuk membeli bahan makanan pokok, brem justru menjadi camilan dan sajian untuk tamu.
Harganya yang tergolong mahal membuat kudapan ini hanya terjangkau oleh segelintir orang.
Rakyat lebih memilih menggunakan uang mereka untuk membeli sumber karbohidrat yang mengenyangkan, seperti nasi, jagung, atau umbi-umbian.
Namun, kini ceritanya berbeda. Dengan harga sekitar Rp10.000 saja, siapa pun bisa menikmati brem.
Kudapan ini tak hanya bisa ditemukan di Jawa Timur, tetapi juga di Jawa Tengah dan Bali, dengan bentuk dan varian rasa yang berbeda-beda.
Asal-Usul dan Proses Panjang di Balik Brem
Meskipun brem kini tersebar luas, akar aslinya berasal dari Kabupaten Madiun, tepatnya di Desa Kaliabu dan Desa Bancong.
Konon, namanya diambil dari proses pembuatannya, yaitu diperam (disimpan) selama tujuh hari.
Kata "peram" dalam bahasa Jawa kemudian berubah menjadi "brem," dan jadilah nama camilan ini.
Proses pembuatan brem memang tidak sederhana. Butuh waktu sekitar satu minggu untuk fermentasi, yang menjadi tantangan besar bagi produsen kecil.
Karena prosesnya yang lama dan harga jual yang relatif rendah, banyak produsen kecil yang akhirnya gulung tikar, bahkan sekitar 40 UMKM di sentra brem Madiun terpaksa tutup selama pandemi.
Baca Juga: Wajib Coba! Tempe Penyet, Sajian Kuliner Khas Surabaya yang Sederhana Tapi Bikin Nagih!
Tahapan Unik Pembuatan Brem yang Jarang Diketahui
Proses pembuatan brem dimulai dengan mengolah beras ketan putih. Setelah dicuci, ketan dikukus dua kali untuk memastikan tekstur dan warnanya sempurna.
Setelah dingin, nasi ketan diberi ragi dan disimpan rapat selama tujuh hari hingga menjadi tape ketan yang lunak dan berair.
Nah, air dari tape inilah yang menjadi bahan dasar brem. Air tape kemudian ditekan, disaring, dan direbus hingga mengental menjadi pasta.
Pasta inilah yang kemudian dibentuk sesuai selera dan dijemur hingga kering.
Lalu, bagaimana dengan ampas tape ketannya? Ternyata ampas ini tidak dibuang, melainkan bisa diolah lagi menjadi camilan lezat lainnya, seperti bolu kukus tradisional dengan aroma tape yang khas.
Brem Masa Kini: Kudapan Legit yang Meleleh di Mulut
Di balik prosesnya yang panjang, brem menawarkan pengalaman rasa yang unik.
Setelah digigit, teksturnya yang awalnya padat langsung meleleh di dalam mulut.
Rasanya manis, legit, dan memiliki aroma asam khas tape yang menggugah selera.
Meskipun melalui proses fermentasi, kadar alkohol dalam brem sangat rendah dan tidak memabukkan.
Keunikan brem semakin bertambah dengan munculnya berbagai varian rasa, mulai dari cokelat, stroberi, melon, bahkan durian, yang membuatnya semakin disukai oleh generasi muda.
Brem bukan hanya sekadar camilan, tapi juga sebuah warisan budaya yang lezat dan patut dilestarikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Jalan Diperbaiki, Warga Malah Menderita: Seragam Anak Kotor, Motor Rusak di Jalur Semarang–Kendal
- 2Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 3Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 4LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 5UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 6Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 8GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 9Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 10Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini







