Jateng

Banyak yang Belum Tahu, Ini 6 Lokasi Wisata Ziarah Wali dan Ulama di Kabupaten Kendal

Afri Rismoko | 9 Juli 2024, 20:09 WIB
Banyak yang Belum Tahu, Ini 6 Lokasi Wisata Ziarah Wali dan Ulama di Kabupaten Kendal

 

AKURAT.CO JATENG - Banyak yang Belum Tahu, Ini 6 Lokasi Wisata Ziarah Wali dan Ulama di Kabupaten Kendal. 

Kabupaten Kendal yang terletak di wilayah Pantura Jawa Tengah ini, memang tak terkenal dengan wisata walisongo nya. membandingkan kota Demak.

Namun menurut literasi dan data sejarah, ternyata ada lho beberapa lokasi wisata ziarah di situs atau makam para wali dan ulama zaman dulu.

Baca Juga: Gak Percaya! 4 Tempat Wisata Instagramable di Batang Ini Keindahannya Bisa Bikin Feed Instagrammu Rame

Yang nyatanya, hingga kini makam tersebut menjadi lokasi wisata religi dan banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

6 Wisata Ziarah Makam Wali dan Ulama Tersebar di Kabupaten Kendal yang Jarang Orang Tahu 

  1. Makam Sunan Bromo Boja

Makam Sunan Bromo terletak di Desa Bebengan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Dengan ukuran panjang 220 cm, lebar 98 cm, tinggi 65 cm, terbuat dari bahan keramik. berfungsi makam dan ziarah.

Sunan Bromo berasal dari Cirebon, pada awalnya ayah dari Sunan tersebut ditugaskan oleh Wali Songo untuk mengislamkan daerah Banyubiru dan kemudian ia mengutus putranya yaitu Sunan Bromo. 

Baca Juga: Keindahan yang Memukau di Boyolali: 4 Destinasi Wisata Hits yang Wajib Kamu Kunjungi! Rugi Kalau Belum Pernah Kesana

Berangkatlah Sunan Bromo menunaikan tugasnya, setelah itu kemudian ia membuat Padephokan di Bebengan dan sempat dikabarkan bakal bubak alas Desa Bebengan.

Hingga wafat dan meninggalkan beberapa peninggalan benda pusaka sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit dan sampai saat ini benda-benda tersebut masih terpelihara dengan baik oleh Juru Kunci Makam (Mbah Sumarno).

  1. Makam Wali Joko 

Selanjutnya, ada Makam Wali Joko, yang berada di area Masjid Agung Kendal, Jalan Raya Barat.

Joko, juga dikenal sebagai Raden Suwiryo, adalah seorang penyebar agama Islam dan pendiri Masjid Agung Kendal pada tahun 1210 Hijriah atau 1796 Masehi.

Di belakang Masjid Agung Kendal, terdapat dua makam ulama lainnya.

  1. Makam Kyai Sabuk Inten

Lalu ada, Makam Kyai Sabuk Inten, yang berada di Dusun Maron Wetan, Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal

Makam Kyai Sabuk Inten selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah, terutama pada malam Jumat Legi.

Setiap malam Jumat Legi, warga sekitar beserta para pemuda Ansor dan para santri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga mengadakan acara ziarah bersama yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijogo.

Selain itu, setiap tanggal 7 Syawal juga diadakan acara haul Kyai Sabuk Inten sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau. 

Baca Juga: Menyusuri Kuliner di Salatiga dengan Kunjungi 4 Lokasi Wisata Kuliner Hits yang Lagi Viral! Yang Pasti Bisa Membuatmu Betah Disini

  1. Makam Mbah Wali Gembyang

Lokasi wisata ziarah wali selanjutnya adalah Makam Wali Gembyang, yang terletak di pusat Kota Kendal, tepatnya di Kelurahan Patukangan.

Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari Gembyang, seorang ulama penyebar agama Islam yang juga dikenal sebagai Hamzah.

Sebelum berdakwah di Jawa, Gembyang pernah berdakwah di Tiongkok. Di komplek makam ini juga terdapat berbagai makam ulama dan tokoh lainnya.

Baca Juga: 5 Keunikan Nasi Grombyang, Kuliner Khas Daerah Pantura Pemalang, Sekilas Mirip Rawon

  1. Makam Habib Ahmad bin Aqil Al Munawar

Makam Habib Ahmad bin Aqil Al Munawar Ba'alawi merupakan salah satu tujuan wisata ziarah yang ada di Kabupaten Kendal. 

Makam ini berada di Jalan Jagalan Selatan, Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kaliwungu.

Habib Ahmad bin Aqil Al Munawar Ba'alawi adalah guru dari Kyai Haji Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani, atau lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat Semarang.

  1. Makam Kyai Mandurorejo

Terletak di Protowetan Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. 

Dengan ukuran panjang 10 m, lebar 8 m, tinggi 4,5 m, luas bangunan 180 m2, luas tanah 229 m2 terbuat dari batu dan kayu, didirikan pada tahun 1665 masehi dan dibangun pada 21 Agustus 2003 berfungsi sebagai makam dan tempat ziarah.

Beliau adalah putra ke 3 dari Kyai Ageng Mataram, sebagai Bupati Pekalongan, utusan dari ayahnya.

Baca Juga: Bosan dengan Batu Night Spectacular? Coba 3 Tempat Wisata Unik Ini yang Lagi Hits! Keindahannya Ga Akan Kamu Duga

Yang ditugaskan untuk menyerang Batavia dan kalah karena tidak diperkenankan pulang ke Mataram dan berdiam di Kaliwungu sambil menyebarkan Agama Islam di Kabupaten Kaliwungu.

Itulah ulasan 6 Wisata Ziarah Makam Wali dan Ulama Tersebar di Kabupaten Kendal yang Jarang Orang Tahu. *** 









Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A