Jateng

Hanya Ada di Jepara, Tradisi ‘Bodo Apem’ Budaya Luhur Sebagai Simbol Saling Memaafkan yang Diadakan Pada Bulan Syawal

Theo Adi Pratama | 29 Mei 2024, 22:50 WIB
Hanya Ada di Jepara, Tradisi ‘Bodo Apem’ Budaya Luhur Sebagai Simbol Saling Memaafkan yang Diadakan Pada Bulan Syawal

JATENG.AKURAT.CO, Hanya Ada di Jepara, Tradisi ‘Bodo Apem’ Budaya Luhur Sebagai Simbol Saling Memaafkan yang Diadakan Pada Bulan Syawal. 

Di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) tepatnya di Kabupaten Jepara, ada tradisi unik yang biasa diadakan pada bulan Syawalan atau beberapa minggu setelah hari raya Idul Fitri.

Di Pantura Jepara, tak hanya mengenal adanya tradisi Syawalan Bodo Kupat (Lebaran Ketupat) tapi juga ada “Bodo Apem” atau lebaran Apem.

Baca Juga: Ini Lho Lur! 6 Ucapan Dialek Khas yang Sering Dipakai Orang Jepara Saat Ngobrol, Ada Kata “Makno” dan “Mberuh”

Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Tradisi ini juga disebut Barikan Apem.

barikan apem merupakan pesta membuat dan makan apem warga Jepara setiap Jumat Wage bulan Syawal. 

Sebelum warga menyantap apem, makanan itu lebih dulu dibawa ke balai desa setempat untuk didoakan.

Setelah acara selamatan selesai digelar, apem itu kemudian dibagikan ke tetangga sekitar. Tak hanya ke sesama muslim, apem itu juga dibagikan kepada tetangga yang non-muslim.

Selain itu, acara ini digelar sebagai perwujudan permohonan maaf atas segala kesalahan setelah selesai melaksanakan ibadah puasa.

Dalam prosesi Bodo Apem ini akan ada arak-arakan apem dimulai dari tugu perbatasan dengan Desa Ngabul kemudian menuju perbatasan Desa Sukodono, baru dibawa ke kantor balai desa. 

Baca Juga: Bingung Mau Urus Perpanjang STNK kemana? Yuk Cek Disini Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Jepara Hari Ini 29 Mei 2024

Saat puncak acara, masyarakat yang sebelumnya mengikuti arak-arakan tersebut langsung saling berebut, beradu cepat, mendapatkan apem sebanyak-banyaknya.

Sementara itu di Desa Langon, Kabupaten Jepara, masyarakat desa harus terlebih dahulu menjalankan serangkaian ritual sebelum bisa menyantap apem-apem yang telah disediakan. 

Ritual yang harus diikuti seperti ziarah makam leluhur dan pengajian yang diadakan di balai desa atau rumah sesepuh desa. 

Dalam acara barikan apem di Desa Langon, Jepara, apem-apem itu dikemas dalam berbagai bentuk. Sedikitnya ada 16 gunungan apem berukuran besar beraneka bentuk yang diarak.

Selain bentuk gunungan, ada pula warga yang merangkai apem dalam bentuk lain. Arak-arakan itu semakin meriah dengan iring-iringan kesenian tradisional Jawa seperti Barongan Dencong, tari kuda lumping, dan iringan musik tongtek. 

Baca Juga: Tradisi Unik Kawasan Pantura: ‘Bodo Apem’ di Jepara yang Sudah Berlangsung Turun Temurun

Warga setempat yakin bagi siapa saja yang makan apem setelah makanan itu diarak dan didoakan akan mendatangkan berkah. 

Sebab ritual apem itu diadakan sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan yang Maha Kuasa.

Itulah ulasan mengenai Tradisi Unik Kawasan Pantura: ‘Bodo Apem’ di Jepara yang Sudah Berlangsung Turun Temurun. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.